Berita Malang Raya

VIDEO - Seribuan Orang Beragam Agama Kumpul di Malang, Ini Poin Deklarasi Mereka

#MALANG - Lintas iman, juga lintas suku. Semua berkumpul di Bumi Arema, membawa perdamaian dan persatuan.

SURYA.co.id | MALANG - Ribuan orang memenuhi jalan raya antara Alun-Alun Bundar Tugu dan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5/2017) mulai pukul 15.30 hingga 17.00 Wib. Mereka membawa bendera merah putih berukuran kecil di tangan. Dominasi pakaian warna merah terlihat di kawasan yang biasa disebut kawasan bundaran Tugu itu. Orang berpakain putih terlihat terselip di lautan warna merah.

Tidak hanya bendera berukuran kecil, sejumlah bendera merah putih berukuran besar juga dikibarkan. Sambil membawa merah putih, orang-orang ini bergantian menyanyikan lagu kemerdekaan dan perjuangan.

Polisi harus menutup jalan raya itu, karena massa tumplek blek di situ. Itulah gambaran peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 di Kota Malang yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Anak Negeri (AMAN).

Peringatan Harkitnas itu sekaligus sebagai bentuk refleksi cinta kebangsaan di Indonesia. "Kami melakukan refleksi cinta kebangsaan di Indonesia. Melalui peringatakan Hari Kebangkitan Nasional ini juga, kami ingin menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bahwa kita orang Indonesia merupakan bhineka tunggal ika. Dari Malang kami membawa perdamaian untuk Indonesia dan dunia," ujar juru bicara AMAN, M Ilmi Najib kepada SURYA.co.id.

Melalui aksi itu, AMAN mengingatkan kembali pentingnya dan bangkitnya jalinan persatuan antar suku bangsa, dan pemeluk lintas iman di Indonesia. Oleh karena itu, aksi tersebut diikuti oleh warga lintas iman. Mereka ada yang berasal dari kelompok Islam, Nasrani, Hindu, juga Konghucu. Dari pantauan Surya, peserta aksi juga lintas etnis. Beberapa pemuda dari Papua juga terlihat ikut di acara itu.

"Lintas iman, juga lintas suku. Semua berkumpul di Bumi Arema, membawa perdamaian dan persatuan," tegas Najib.

Sedangkan pemuka agama Konghucu Kota Malang, Bonsu Anton Triyono mengikuti kegiatan itu sebagai wujud cinta NKRI. "Para syuhada dan pahlawan telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, menjaga negara ini tetap bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bonsu Anton.

Ia bersama perwakilan lintas iman dan masyarakat larut dalam refleksi cinta kebangsaan itu.

Kegiatan itu dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu diikuti oleh sejumlah lagu perjuangan. Perwakilan aksi juga membacakan Sumpah pemuda, dan juga deklarasi kepedulian masyarakat se-Malang Raya terhadap kondisi integrasi di Indonesia.

Poin deklarasi itu adalah:

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved