Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa ini Siap-siap Jualan Kue Lebaran demi Untung Besar, Simak Semangat Mereka

"Saya rencana mau bikin almon crispy yang saat lagi marak. Tapi ini konsentrasi bikin kue kering dulu," ucap Afiny Khulaida, mahasiswi Tata Boga.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/habibur rohman
Mahasiswa Tata Boga Unesa saat mempraktikkan bikin kue di kampusnya, Kamis (18/5/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekelompok mahasiswa Unesa dengan pakaian khusus sibuk membuat adonan kue. Sebagian yang lain mencetak dan kemudian mengukusnya di oven.

Mereka tampak konsentrasi penuh untuk membikin kue paling enak versi mahasiswa. Sesekali mereka juga tampak melakukan tester adonan sendiri.

"Saya rencana mau bikin almon crispy yang saat lagi marak. Tapi ini konsentrasi bikin kue kering dulu di kampus," ucap Afiny Khulaida, mahasiswi Tata Boga, Kamis (18/5/2017).

Afiny merindukan momen Lebaran dan puasa untuk mengukur kemampuan dirinya. Tidak hanya mempraktikkan membuat kue, tapi belajar entrepreneur.

Bagi mahasiswa, Momen puasa dan Lebaran adalah momen yang paling dinantikan sebagian besar mahasiwa Tata Boga Unesa. Mereka akan belajar menjadi pengusaha kue.

Para mahasiswa saat ini tertantang untuk membuat olahan kue yang menyehatkan. Salah satu yang dikembangkan Unesa adalah berinovasi membuat kue berbahan mixfruit.

Yakni kue dengan bahan baku buah. Seperti anggur, apel, pepaya, pisang, Nanas, dan buah yang lain. Biasanya buah-buah ini sudsh ekstrak dan dikeringkan.

Ali Sahid Abdillah, mahasiswa Tata Boga lainnya mengaku akan menjadikan momen Lebaran ini untuk jualan. Apalagi selama ini, mahasiswa Semester 4 ini sudah biasa jualan.

"Saya yakin, cukup dengan menggelar meja di depan rumah atau bazar kue dengan sedikit inovasi akan laris. Ini saat puasa," impian Ali.

Misalnya pisang goreng dengan bentuk kipas atau membikin es dengan aneka inovasi lainnya. Sementera untuk Lebaran, kue kering juga akan dipraktikkan Ali.

Mahasiswa yang terpilih menjadi finalia Cak Surabaya 2017 ini sudah terbiasa jualan. Jiwa entrepeneur ini pula yang mengantarkan dirinya mausk 15 besar ajang Cak Ning.

"Pertama saya harus jalani jualan kaus. Memenuhi kebutuhan kaus Cak dan Ning Surabaya. Kemudian saya biasa jualan kue keliling kampus," kata Ali.

Dirinya tak malu karena semangatnya adalah menjadi wirausaha. Hasilnya dengan keliling menjual donat dan wafel, mahasiswa Unesa menyambut antusias.

Banyak di antara menjadikan donat dan kue hasil buatan Ali itu laris. Ali tepat menyelinap di setiap kelas sebelum kuliah dimulai.

"Saya membuat bersama teman sekelas, Nederhan. Alhamdilillah laris. Kan mahasiswa banyak yang tak sempat sarapan atau makan, kami jual donat dengan harga Rp 2.000," jelas Ali.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved