Berita Surabaya
Kapolda Minta Satgas Pangan Terus Awasi Peredaran Bahan Pangan hingga Lebaran
Machfud Arifin mengatakan, Satgas Pangan terus bergerak sampai Ramandan dan Lebaran.
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin memerintahkan tim Satgas Pangan terus mengawasi peredaran dan menindak tegas semua bentuk pelanggaran soal pangan. Ini menyusul ditemukannya banyak pelanggaran, seperti minyak, gula, merica dan abon oplosan yang tidak layak edar.
Machfud Arifin mengatakan, Satgas Pangan terus bergerak sampai Ramandan dan Lebaran. Satgas Pangan ada di tingkat Polres dan Polsek untuk mengawasi peredaran pangan.
"Kita lindungi konsumen, kasihan kalau tidak. Satgas terus bergerak melakukan pengewasan dan tndakan tegas," sebut Machfud Arifin ketika mengunjungi rumah produksi abon sapi oplosan di Jl Supoyono, Prapen, Surabaya, Rabu (17/5/2017).
Satgas Pangan, lanjut Machfud Arifin, tidak hanya polisi. Tim berkerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Perdagangan, dan Dinas Kesehatan.
Menurut orang nonor satu di Polda Jatim, pengawalan dilakuan bersama-sama dengan intansi lain guna mengontrol peredaran pangan. Temuan pelanggaran yang sudah diungkap di Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya, seperti minyak goreng gula dan makanan lainnya. Pangan itu melakukan pelanggaran karena tidak ada izin edar.
"Ini sudah melanggar UU Perlindungan Konsumen dan UU pangan," terang Machfud Arifin.
Soal temuan abon sapi oplosan yang diungkap Polrestabes Surabaya, Machfud Arifin merasa prihatin dan pelakukan akan ditndak tegas.
Apalagi, peredaran sudah sampai ke luar pulau, terutama ke Indonesia Timur, seperti, ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan provinsi lainnya.
"Para pelaku pelanggaran sudah ditetapkan sebagai tersangka. Baik hasil Polreastabes dan Polda. Ini merupakan hasil ungkap sebagian yang baru ketahuan. Anggota tetap efektif melakukan tindakan," pungkas Machfud Arifin.
Satgas Pangan Polretasabes Surabaya mengungkap rumah produksi abon oplosan di Jl Supoyono, Prapen, Selasa (16/5/2017) petang. Usaha rumahan milik Budai Kurniawan ini disinyalir tidak memiliki izin kesehatan dan BBPOM.
Selain itu, komposisi abon ini ternyata curang. Ditulis abon sapi asli ternyata komposisinya 60 persen daging ayam dan 40 daging sapi. Limbah usaha juga dibuang sembarangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/abon-oplosan-di-jl-supoyono-prapen_20170517_183026.jpg)