Digusur, Warga Penghuni Bangunan Liar di Kalianak DIberi Waktu 1,5 Bulan Untuk Menyingkir

Pemkot Surabaya bakal menggusur ratusan penghuni bangunan liar di kawasan Sungai Kalianak di Kelurahan Asemrowo dan Krembangan.

Digusur, Warga Penghuni Bangunan Liar di Kalianak DIberi Waktu 1,5 Bulan Untuk Menyingkir
Surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kondisi sungai Kalianak yang dipenuhi sampah dan di atasnya didirikan bangunan-bangunan liar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 600 keluarga penghuni 150 bangunan liar di atas aliran sungai Kalianak, baik di kecamatan Asemrowo maupun Krembangan, Surabaya, harus segera angkat kaki meninggalkan tempat tersebut. 

Sebab, mulai pekan depan Pemkot Surabaya akan mulai melakukan normalisasi sungai. 

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas PU Bina Marga Kota Surabaya Erna Purnawati pada Surya, Selasa (16/5/2017). Erna mengatakan, pihaknya akan menurunkan alat berat eskavator di sungai Kalianak mulai Senin (22/5/2017).

Alat berat itu akan melakukan pengerukan sungai dan membersihkan endapan di dalam sungai.

"Mulai pekan depan alat berat akan mulai kita turunkan. AKan mengeruk sungai dan membersihkan endapan dan pendangkalan di sana," kata Erna.

Disampaikan Erna, kondisi sungai Kalianak memang harus dilakukan penanganan. Sebab saat ini jalur aliran sungai hanya bersisa empat meter saja. Padahal lebar sungai mulanya harusnya 30 meter. Aliran sungai justru banyak diisi oleh sampah dan juga bangunan.

"Pekan depan itu alat berat kami akan menyisir dari utara arah pantai di Morokrembangan. Pelan-pelan nanti mulai masuk ke kelurahan yang banyak bangunan liarnya," imbuh alumnus Teknik Lingkungan ITS ini.

Kelurahan yang paling banyak aliran sungainya terisi bangunan liar adalah di Kelurahan Moro Krembangan.

Menurut Erna, proses pengerukan itu akan memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Setelah itu akan mulai membersihkan bangunan liar di Kalianak. Oleh sebab itu selama 1,5 bulan ke depan, warga penghuni bangunan liar diharapkan untuk segera bersiap-siap melakukan pengosongan.

"Jadi sembari menunggu 1,5 bulan itu kita akan giat sosialisasi. Begitu selesai pengerukan bisa langsung dibersihkan juga banglinya," tegas Erna.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan komisi C sudah sidak langsung ke Sungai Kalianak.

Dari sidak itu, mereka menganggap bahwa kondisinya memang sangat memprihatinkan, di mana aliran sungai sudah sampai tdak terlihat.

Warga bahkan sudah mendirikan bangunan dari batu bata dan cor di atas permukaan sungai. Padahal sudah jelas aliran sungai adalah tempat mengalirnya air bukan aliran ataupun lahan untuk permukiman.

"Kami sudah lihat ke sana dan memang sudah banyak terdapat pemukiman di sana, kondisi ini sangat bahaya karena ini adalah aliran sungai. Bukan sewajarnya dipakai untuk pemukiman," ucapnya.

Pihaknya mendukung pemkot untuk segera melakukan penertiban, namun dengan tetap menyiapkan solusi untuk warga Surabaya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved