SBMPTN
SBMPTN Tidak Sediakan Soal untuk Tunanetra, begini Penjelasan Panitia
"Memang tidak ada penyediaan soal braile, jadi dikerjakannya dengan bantuan pendamping yang ditunjuk panitia."
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA – Tes Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berdasarkan petunjuk pusat dilaksanakan menggunakan komputer dan kertas. Pengadaan soal kertas masih mendominasi dalam tes tersebut, seperti tahun-tahun sebelumnya, peserta tes SBMPTN dengan kebutuhan khusus seperti tuna netra tidak bisa mengerjakan soal sendiri.
Wakil Rektor I Uinsa Syamsul Huda menjelaskan panitia pusat tidak menyediakan soal berhuruf braille.
"Memang tidak ada penyediaan soal braile, jadi dikerjakannya dengan bantuan pendamping yang ditunjuk panitia. Biasanya dari pendidikan luar biasa Unesa," jelasnya.
Menurutnya, pendamping tersebut akan membacakan soal dan menuliskan jawaban yang dipilih peserta pada lembar jawaban. Selain pendamping, juga disediakan pengawas ujian layaknya di ruang tes reguler.
“Mungkin memang berbeda rasanya dengan membaca soal braile sendiri, apalagi untuk soal matematika. Tapi pendampingnya sudah dipilih yang bisa menyampaikan soal pada peserta berkebutuhan khusus, tinggal psikologisnya peserta saja,” lanjutnya.
Pelaksanaan tes SBMPTN di lima PTN anggota panitia lokai 50 tergolong lancar. Kekhawatiran akan terganggunya pelaksanaan SBMPTN berbasis komputer akan virus juga tidak terjadi.
“SBMPTN berbasis komputer (CBT) di kami ada 200, cadangannya tiap ruangan ada 3 sampai 5 komputer. Ada pengawas dan teknisi juga, karena sistemnya semi online semuanya masih berjalan lancar. Perlengkapan baru semua bersama gensetnya,” pungkasnya.
Di Universitas Airlangga, pelaksanaan tes juga dalam pantauan sejumlah petinggi Unair. Rektor Unair, Prof Moh Nasih menjelaskan jumlah total peserta tes SBMPTN di UNAIR mencapai 6.400 orang. Peserta tes SBMPTN baik paper based test (PBT) dan computer based test (CBT) tersebar di kampus A, B, dan C.
Ditemui di lokasi pelaksanaan CBT di gedung Airlangga Medical Center Fakultas Kedokteran, Nasih mengatakan bahwa pelaksanaan tes CBT di Unair berjalan lancar tanpa ada kendala berarti.
“Sejauh ini pelaksanaan tes SBMPTN berjalan lancar. Saat ini, masih berlangsung tes kelompok IPAdan Campuran. Ini CBT semua nampaknya tidak ada masalah dan semua berjalan lancar karena tidak ada komplain yang masuk,” tutur Nasih.
Dari ribuan peserta yang mengikuti tes SBMPTN di UNAIR, sebanyak 855 di antaranya mengikuti CBT. Pelaksanaan CBT tersebar di sembilan fakultas yang memadai untuk digunakan sebagai lokasi ujian tulis berbasis komputer.
“Lokasi CBT kami tersebar di semua kampus. Semoga mereka bisa menggunakan CBT dengan optimal,” imbuh Nasih.
Pelaksanaan tes tulis SBMPTN dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama, peserta tes kelompok IPA dan Campuran terlebih dulu mengerjakan soal-soal.
Pada sesi kedua, peserta tes semua kelompok ilmu mengikuti tes kemampuan potensi akademik. Sedangkan, pada sesi ketiga, giliran peserta tes kelompok IPS dan Campuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sbmptn-tunanetra_20170516_193257.jpg)