Minggu, 26 April 2026

PDAM Janji 80 Ribu Meteran Pelanggan Tak Akurat Akan Diganti

Di Surabaya banyak meteran air yang sudah uzur alias tua. Akibatnya, pengukuran air tak akurat. Nah, PDAM janji bakal mengganti. Jadi siap-siaplah..

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surya/eben haezer panca
ilustrasi penggantian meteran air PDAM 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya pipa meter pelanggan PDAM Surya Sembada yang telah uzur membuat turunnya efisiensi pengukuran penggunaan air pelanggan.

Untuk itu, mulai bulan Mei ini perusahaan plat merah Pemkot Surabaya berencana melakukan penggantian meteran air di sebanyak 80.000 pelanggan.

"Program meterisasi ini dilakukan mulai bulan ini. Petugas akan datang ke rumah pelanggan yang sudah kami petakan dan kami harap nantinya tidak ada penolakan," ucap Sekretaris PDAM Surya Sembada Sayyid Muhammad Iqbal, Jumat (12/5/2017).

Untuk wilayah prioritas adalah di Jagir, Wonokromo, Bratang Gede, Sidoresmo, dan Sidoresmo. Selain itu ada sebanyak 26 wilayah juga seperti di Jemur Gayungan, Kearah, Prapen, Wonorejo, Sukomanunggal, Lempung Sari dan Bibis Tama.

Program ini rutin kami lakukan per tahun untuk meter pelanggan yang sudah lebih dari lima tahun.

Menurutnya memang tidak semua wilayah diganti meterannya. Melainkan yang memang sudah waktunya diganti.

"Petugas yang datang ke sana akan dilengkapi kartu tanda pengenal dan membawa surat tugas. Kami berharap pelanggan mau bekerja sama untuk proses penggantian," ucap Iqbal.

Petugas mengganti meteran itu gratis tidak dipungut biaya sedikitpun. Termasuk seandainya meterannya sudah dikasih keramik oleh pelanggan. Maka ketika membuka keramik itu menjadi tanggung jawab PDAM.

"Tapi kalau meteran awalnya ada di depan dipindah di belakang. Itu nggak bisa. Mereka akan menolak sebab harus lapor dulu ke PDAM karena ada biaya. Termasuk menurunkan dan meninggikan meteran," lanjut Iqbal.

Pihaknya menegaskan kalau ada petugas yang meminta tips dari pengerjaan penggantian meteran maka bisa menghubungi kantor PDAM. Agar ada pihak yang melakukan monitoring.

Biaya penggantian untuk meteran per unit adalah Rp 150 ribu. Proses pengerjaan ini dilelang. Begitu juga untuk meteran bekas nantinya juga akan dilelangkan.

Lebih lanjut, disampaikan Iqbal penggantian meteran ini bukan hanya akan menguntungkan perusahaan. Melainkan juga pelanggan.

"Kalau ada meteran yang sudah lama, biasanya justru putarannya lebih cepat. Maka akan merugikan pelanggan. Selain itu kalau meterannya sudah lama juga biasanya ada yang sudah kena lumpur sehingga merugikan perusahaan," ucapnya.

Oleh sebab itu pihaknya menegaskan bahwa penggantian meteran ini akan meningkatkan efisiensi untuk pengukuran meter air di pelanggan PDAM.

Hal senada juga disampaikan oleh Humas PDAM Ari Bimo Sakti menyebutkan tahun ini memang ada target 80.000 meteran yang diganti.

"Namun tahun lalu tidak tercapai karena pelanggan ada yang tidak di rumah sehingga belum bisa dilakukan penggantian, makanya biasanya petugas datang di akhir pekan," kata Iqbal.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved