Dihuni 600 Keluarga, Sungai Kalianak Hampir tak Terlihat

Wajar bila Sungai Kalianak yang selebar 30 meter kini hampir tak terlihat. Sejak puluhan tahun silam, ratusan keluarga sudah tinggal di sana.

Dihuni 600 Keluarga, Sungai Kalianak Hampir tak Terlihat
Surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Lurah Morokrembangan, Suhendri Widi Astuti sedang berkoordinasi dengan Ketua RW 7 Kelurahan Morokrembangan​ M Zahri usai hearing di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Jumat (12/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aliran Sungai Kalianak yang mengalir di Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan sudah dihuni dan dijadikan pemukiman penduduk sejak tahun 1964 yang lalu.

Total, saat ini ada 600 KK yang menghuni sepanjang aliran sungai Kalianak tersebut.

Lurah Morokrembangan, Suhendri Widi Astuti mengatakan, jumlah saat ini ada sepanjang 2 kilometer bangunan liar yang berderet memenuhi aliran sungai Kalianak.

"Sepanjang 2 kilo itu ada 600 KK. Semua KK itu warga ber-KTP Surabaya. Mereka sudah puluhan tahun menghuni sungai itu," kata wanita yang akrab disapa Wiwit ini usai hearing di Komisi C DPRD Kota Surabaya, Jumat (12/5/2017).

Mulanya mereka menghuni lahan dinas pengairan. Lama-kelamaan mereka membangun bangunan tambahan sampai masuk ke aliran sungai.

Hingga saat ini sungai memang diakui Wiwit sudah penuh dengan bangunan liar. Dan kondisi ini menyebabkan seringnya banjir di kawasan Morokrembangan.

"Sungai sudah nggak kelihatan, sudah berubah jadi got sekarang. Trutama di Kelurahan kami di RW 7 dan 8. Kami berharap juga ada langkah solutif dari pemkot," ucapnya.

Baca: Miris, Sampah dan Bangunan Liar Bikin Sungai Lebar di Surabaya ini Tak Terlihat

Ia pun menyambut baik rencana pemkot yang akan melakukan pengerukan sungai. Mereka mengusulkan aliran sungai yang harus dikeruk terlebih dulu adalah yang ada di RW 8.

Sebab yang paling parah adalah yang ada di RW 7. Aliran sungai di sana terbangun bangunan liar yang menutup sungai, tidak punya MCK dan juga tercemar limbah rumah tangga.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved