Berita Kediri

VIDEO - Uang Pensiunnya Habis Dipotong Bank, Veteran Wadul UPT Perlindungan Konsumen

"Uang pensiunan saya dipotong semua tanpa tersisa untuk membayar cicilan utang," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Parmin

SURYA.co.id | KEDIRI - Meski sudah tua, R Soejoto (75) anggota Legium Veteran asal Kota Kediri masih terlihat gagah. Apalagi Soenjoto memakai pakaian seragam veteran dengan topi baret merah.

Namun di hari tuanya Soenjoto malah terlilit utang bank yang membuat hidupnya terpuruk.

Setelah gagal mendapatkan keringan membayar cicilan utang dari pimpinan Bank Bukopin Kediri.

Dengan penuh percaya diri Soenjoto mengadu ke Kantor UPT Perlindungan Konsumen Kediri di Jl Sudanco Supriyadi, Kota Kediri.

Soenjoto mengadukan uang pensiunnya telah habis dipotong pihak bank untuk membayar cicilan utang sejak Januari 2017.

"Uang pensiunan saya dipotong semua tanpa tersisa untuk membayar cicilan utang," ungkapnya.

Akibat pemotongan itu Soenjoto kelabakan karena dirinya tidak memiliki penghasilan lagi untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Masalah itu sebenarnya telah disampaikan kepada pimpinan Bank Bukopin. Namun, kata Soenjoto permintaannya tidak mendapatkan tanggapan.

Sehingga Soenjoto kemudian mengadukan masalahnya ke Kantor UPT Perlindungan Konsumen Kediri. Dalam pengaduannya, Soenjoto berharap uang pensiunnya tidak dipotong seluruhnya.

Karena dirinya masih memerlukan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kalau uang dipotong seluruhnya, untuk makan sehari-hari saya pakai uang apa ?" ungkapnya.

Soenjoto berharap Kantor Perlindungan Konsumen mampu melakukan mediasi dan meminta pihak Bank Bukopin tidak memotong seluruh gaji yang diterimanya untuk membayar cicilan utang.

"Sisakan buat saya setiap bulan Rp 450.000, saya sudah cukup," harapnya.

Soenjoto mengaku terpaksa berutang ke bank senilai Rp 150 juta untuk membiayai pengobatan istrinya yang sakit.

Namun istrinya Munjilah sudah meninggal pada akhir Desember 2016.

"Uang itu kami perlukan karena untuk biaya berobat istri. Utang saya sekarang masih tersisa sekitar Rp 130 juta," tutur Soenjoto warga Jl Letjen Sutoyo, Kota Kediri.

Kepada Drs Retno Mudjilah, petugas bagian TU Kantor Perlindungan Konsumen, Soenjoto juga menuturkan doktrin yang diterimanya masih bertugas di militer.
"Perjuangkan kami, pantang menyerah sampai berhasil," ungkapnya.

Sejak kematian istrinya Soenjoto kini hidup sendiri di rumahnya yang sederhana.
Soenjoto enggan ikut bersama anaknya yang menjadi PNS di Kalimantan.

"Kami tak ingin menjadi beban bagi anak-anak. Biarlah saya hidup sendiri di Kediri dengan uang pensiunan," katanya.

Soenjoto merupakan anggota Legium Veteran yang pernah bertugas di satuan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Resimen ini merupakan cikal bakal lahirnya Pasukan Khusus (Kopasus).

Berbagai penugasan telah diterimanya seperti penumpasan pemberontak DI/TII, Kartosuwiryo, Andi Azis. Penugasan Trikora dan Dwikora, menumpas PKI serta Operasi Seroja di Timor Timur.

Sementara Drs Retno Mudjilah, petugas bagian TU Kantor Perlindungan Konsumen Kediri saat dikonfirmasi Surya.co.id mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan Soenjoto.

Salah satu upayanya bakal meminta pihak bank memperpanjang tenor cicilan supaya angsuran yang dibayar lebih ringan.

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan pimpinan yang ada di Malang," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved