Festival Film Eropa Ke 17
'Europe on Screen' Hadirkan Empat Film Spesial di Surabaya Selama Dua Hari
Pada hari kedua, Rabu (10/5/2017) hadir film komedi fantasi berjudul The Visitor: Bastile Day, dan Under The Shadow yang bertema horor.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Festival Film Eropa kembali hadir di Indonesia. Khusus di Surabaya ada empat judul film yang diputar selama dua hari, Selasa-Rabu (9-10/5/2017).
Pada hari pertama, Selasa (9/5/2017) disajikan dua buah film yaitu film komedi berjudul The New Adventures of Aladdin, dan Our Kind of Traitor yang memadukan unsur kriminal, drama, dan thriller.
Pada hari kedua, Rabu (10/5/2017) hadir film komedi fantasi berjudul The Visitor: Bastile Day, dan Under The Shadow yang bertema horor.
Keempat judul film itu menjadi bagian dari 74 judul film karya sutradara ternama asal Eropa yang mewarnai Festival Film Eropa ke-17 (‘Europe on Screen’/EOS 2017).
EOS yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 14 Mei 2017 di enam kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta itu diputar secara gratis bagi masyarakat.
Menurut Charles-Michel Geurts, Kuasa Usaha (Chargé d'Affaires a.i.) Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Festival Film Eropa merupakan inisiatif bersama dari para kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia.
Festival ini diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1990, kemudian yang kedua pada tahun 1999.
Sejak 2003, Festival ini mulai diselenggarakan setiap tahunnya di bawah slogan: 'Europe on Screen'.
Khusus pada penyelenggaraan EOS 2017 disajikan pula segmen khusus yang terdiri dari enam film retrospektif (tiga film Alfred Hitchcock dan tiga film Luis Buñuel) dan 11 film yang diputar dalam acara layar tancap.
Semua film layar tancap dilengkapi subtitle dalam Bahasa Indonesia.
Sejak lima tahun lalu, Festival ini berupaya mendukung bakat dan visi kreatif para sutradara pemula Indonesia.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini EOS mengundang tiga produser Eropa dan satu aktor untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka melalui kuliah di SAE Film School Jakarta.
Uni Eropa yakin akan potensi industri film Indonesia dan dengan demikian – bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) – mengadakan Lokakarya mengenai Insentif Keuangan untuk Industri Film pada tanggal 4-5 Mei 2017.
Lokakarya ini merupakan forum untuk bertukar pandangan dan pengalaman para ahli Indonesia dan Eropa dari lembaga pemerintah yang relevan serta praktisi dari industri film mengenai bagaimana insentif keuangan dapat mendorong pertumbuhan pada industri film.
"Film merupakan bagian penting dari budaya Eropa dan kami bangga mempersembahkannya kepada penonton di Indonesia memalui festival ini. Film merupakan aset penting dari perekonomian Eropa," kata Charles-Michel Geurts.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/the-visitor-bastile-day_20170510_004141.jpg)