PPDB SMA dan SMK

PPDB SMK Tanpa Zonasi, begini Reaksi Sekolah

“Ini kabar baik bagi kami. Tapi nanti seleksinya harus benar-benar cermat," ujar Kepala SMKN 12 Surabaya Abdul Rofiq.

PPDB SMK Tanpa Zonasi, begini Reaksi Sekolah
surya/sulvi sofiana
Kepala SMKN 12 Surabaya Abdul Rofiq (kiri) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru untuk SMK yang menerapkan tanpa zonasi antardaerah disambut baik pihak sekolah.

Kepala SMKN 12 Surabaya, Abdul Rofiq mengungkapkan senang dengan rencana Dindik Jatim untuk membuka kran pendaftar SMK dari daerah lain.

Terlebih sekolah yang dipimpinnya merupakan SMK khusus kesenian yang jurusannya tidak dimiliki SMK di daerah lain.

“Ini kabar baik bagi kami. Tapi nanti seleksinya harus benar-benar cermat. Untuk bisa masuk ke sekolah seni calon siswa setidaknya sudah mendekati paham tentang seni. Meskipun hanya menguasai sedikit,” tutur Rofiq dikonfirmasi kemarin, Selasa (9/5/2017).

Rofiq mengungkapkan, saat ini pihaknya belum mengetahui pasti mekanisme seleksi yang akan digunakan. Namun, informasi sementara yang dia terima adalah menggunakan Tes Potensi Akademik (TPA), fisik dan kesehatan. Ketiga tes ini akan dilakukan setelah seleksi awal yang berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN).

“Jadi setelah diterima di sekolah baru akan dites untuk mengetahui potensinya. Kalau jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan potensi, akan kita arahkan pindah ke jurusan lain,” tuturnya.

Rofiq mengakui, sejauh ini menjaring peserta didik jurusan seni bukan perkara mudah. Khususnya untuk kelompok kompetensi seni pertunjukan seperti pedalangan, karawitan, dan teater.

“Tahun kemarin dapat siswa 10 untuk jurusan pedalangan. Kalau karawitan masih kurang banyak,” terangnya.

Sedang Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim Ema Sumiarti menjelaskan, seleksi berdasarkan fisik dan kesehatan dilakukan berdasar keterangan dokter di tempat pelayanan kesehatan pemerintah, semisal puskesmas.

“Untuk jurusan tertentu, seperti kimia industri membutuhkan keterangan tidak buta warna. Jadi nanti surat itu yang akan diverifikasi baik oleh panitia maupun sekolah,” terang dia.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved