PPDB SMA dan SMK

Pengamat Pendidikan Khawatirkan Transparansi Tes Masuk SMK, Zainudin Maliki: Harus Obyektif

“Kalau SMK ada tes, yang dikhawatirkan bukan kemungkinan terjadinya penumpukan di salah satu jurusan. Tetapi perlu dipantau pelaksanaan tesnya."

Pengamat Pendidikan Khawatirkan Transparansi Tes Masuk SMK, Zainudin Maliki: Harus Obyektif
surya/dokumentasi
Zainudin Maliki

SURYA.co.id | SURABAYA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK tahun ini harus melalui 3 tes yang ditetapkan berdasarkan jurusan dipilih. Meskipun petunjuk teknis belum dikeluarkan, pengamat pendidikan Zainudin Maliki mengungkapkan hasil tes yang dilakukan dalam PPDB harus bersifat transparan.

“Kalau SMK ada tes, yang dikhawatirkan bukan kemungkinan terjadinya penumpukan di salah satu jurusan. Tetapi perlu dipantau pelaksanaan tesnya, harus transparan dan obyektif,” jelasnya pada SURYA.co.id, Selasa (9/5/2017).

Sehingga tidak akan ada pertanyaan penyebab tidak lolosnya peserta. Dan dipastikan yang diterima memang memenuhi syarat, bukan yang bawa rekomendasi dari pihak tertentu.

Sedangkan untuk PPDB SMA, menurutnya sudah tepat jika diterapkan zonasi sebagai pemerataan pendidikan. Hanya saja kedepannya harus ada peningatan mutu sekolah, sebab bisa jadi dalam satu zona tidak ada sekolah yang unggulan.

“Justru karena ada kebijakan zonasi, membuat calon siswa tidak mudah untuk mengejar sekolah favorit. Jadi tidak akan ada penumpukan pendaftaran di sekolah favorit, karena sekolah favorit tidak selalu ada di zona terdekatnya,” ungkap mantan ketua Dewan Pendidikan Jatim ini.

Sementara, untuk sistem seleksi UN yang akan dilakukan secara online menurutnya perlu ada kebijakan bagi kota atau kabupaten yang belum mengenal sistem ini dengan baik. Apalagi untuk SMP tidk semua daerah melaksanakan UNBK.

“Kalau bisa masih ada simulasi pendaftarannya. Jangan sampai waktu pendaftarannya terbatas dan masih susah diakses. Harus ready secara teknis,” lanjutnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved