Minggu, 19 April 2026

Lapor Cak

Pedagang PIOS Gulung Tikar: Mengeluh Sepi karena Marak Pasar Eceran ala Grosir

"Dulu sehari bisa dapat Rp 2 juta, tapi sekarang sudah turun jauh sampai Rp 1 jutaan," keluh Nyoman.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/fatimatuz zahro
Nyoman pedagang PIOS. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang bulan suci ramadan, para pedagang Pasar Induk Oso Wilangam (PIOS) makin resah. Keresahan muncul lantaran kondisi pasar makin sepi pengunjung, sehingga bisa menurunkan pendapatan mereka.

Seorang pedagang di PIOS, Nyoman (53) mengeluhkan kondisi itu kepada Surya, Minggu (7/5). Pedagang buah jeruk dalam partai besar ini menuturkan, nyaris setahun ini penghasilannya merosot tajam hingga separuh.

"Dulu sehari bisa dapat Rp 2 juta, tapi sekarang sudah turun jauh sampai Rp 1 jutaan," keluh Nyoman.

Kata Nyoman, saat ini yang datang ke PIOS tidak sampai seratus orang dalam sehari. Penyebab menurunnya pengunjung PIOS karena maraknya pasar eceran ala grosir di tengah kota. Padahal, penjualan secara grsoir seharusnya di PIOS saja.

"Kalau begini terus ya kami yang susah. Pembeli ya milih yang dekat di tengah kota. Lha kami ini di pinggir," ucapnya.

Nyoman mengkhawatirkan jika pasar PIOS semakin sepi pengunjung akan membuat para pedagang di sana gulung tikar. Pedagang yang bertahan hanya yang memiliki pelanggan tetap dan kebanyakan dari luar kota.

Senada dengan Nyoman, pedagang lainnya, Hasrih (42) juga mengeluh. Pedagang apel di PIOS ini mengkhawatirkan penjualan buahnya menjelang bulan puasa.

Khusus menghadapi bulan suci, ia sudah mulai kulakan dalam jumlah banyak. Jika kondisi terus sepi pembeli, maka Hasrih akan mengalami kerugian besar.

"Waduh, semoga bulan puasa bisa kembali normal. Kami ya susah kalau pasarnya sepi seperti ini," katanya.

Minta Perlindungan
Hasrih minta perlindungan kepada Pemerintah Kota Surabaya dengan cara tegas menindak pedagang di pasar yang menyalahi izin. Khususnya pedagang di pasar eceran, namun membuka lapak sistem grosir.

"Kami berharap bulan puasa sudah ditindak. Kami ingin juga diselamatkan," kata Hasrih.

Hasrih menyebut, ada dua pasar yang menyebabkan pengunjung PIOS menurun. Di antaranya pasar Tanjung Sari dan Pasar Dupak.

"Mereka izinnya eceran tapi menjual grosir. Harusnya pemerintah ikut tegas. Kami yang sudah patuh ikut aturan berjualan di pasar induk, masak kami yang dirugikan," ucap Harsih.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved