Berita Ekonomi Bisnis

Optimistis Gedung Perkantoran Terus Berkembang, MAS Genjot Pemasaran Unit Satoria Tower

"Kami memilih segmen yang premium. Kami tetap optimis laku, karena office building ini ditargetkan bisa operasional di tahun 2019 ."

Optimistis Gedung Perkantoran Terus Berkembang, MAS Genjot Pemasaran Unit Satoria Tower
Surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
CEO & Founder Satoria Tower, Alim Satria (dua dari kiri) menjelaskan fasilitas yang ada di Satoria Tower di Kantornya, Rabu (3/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski pasar gedung perkantoran sedang redup, PT Mitra Agung Sejahtera (MAS) tetap optimis dengan pembangunan Satoria Tower yang diklaim sudah laku 70 persen. Bahkan pihaknya semakin agresif dalam memasarkan sisa unit yang belum terjual.

"Kami memilih segmen yang premium. Kami tetap optimis laku, karena office building ini ditargetkan bisa operasional di tahun 2019 mendatang," jelas Alim Satria, President Director PT MAS, Rabu (3/5/2017).

Proyek Satoria Tower merupakan salah satu proyek dari group Satoria yang bergerak dibanyak bidang. Khusus properti ini, Alim Satria menyebutkan, pihaknya melakukan investasi Rp 385 miliar.

"Satu tower perkantoran dengan luasan 55.000 meter persegi, jumlah lantai 36 dan total unit ada 224 untuk office space dan 52 unit untuk loft," ungkap Alim Satria di galeri marketing Satoria Tower, Surabaya.

Ivy Susanto, Direktur Marketing PT MAS, menambahkan, bila potensi pasar gedung perkantoran di kawasan barat Surabaya akan tumbuh berkembang.

"Kami membidik perkantoran yang merupakan cabang pelayanan untuk di Surabaya dan Indonesia Timur. Selama ini, trend berkantoe di gedung tinggi, mayoritas masih di Jakarta. Sementara di Surabaya juga tidak kalah, bahkan untuk industri di Jatim, kantornya bisa memanfaatkan gedung perkantoran ini," jelas Ivy Santoso.

Satoria Tower telah grounbreaking sejak Juli 2016 lalu. Kemudian mulai launching penjualan mulai Agustus 2016 lalu hingga saat ini. Diharapkan sebelum akhir tahun 2017, seluruh unit akan terjual seluruhnya.

"Saat ini harga yang kami tawarkan adalah Rp 20 juta hingga Rp 23 juta per meter persegi. Atau sekitar Rp 1,6 miliar per unit," tambah Ivy.

Untuk memenangkan persaingan gedung perkantoran, Debora Novita, Direktur Operasional Satoria Tower, menambahkan, gedung perkantoran yang berada di HR Muhamad tersebut mengaplikasikan infrastruktur yang memadukan berbagai fitur smart office berbasis Internet dan nirkabel, melalui jaringan Fiber Optic dengan teknologi 10G.

"Teknologi yang diterapkan di Satoria Tower tersebut akan memudahkan pengaturan secara otomatis seluruh tower dan setiap unit kantor tenant mulai lighting, temperatur ruangan, alarm kebakaran, motion detector, media interaktif, intelligent access control, AV conference, hingga monitor energy usage," jelasnya.

Selain itu, infrastruktur berteknologi tinggi tersebut juga mampu mengakomodasi kebutuhan transfer data digital besar dengan kecepitan tinggi dan layanan Multiple Play.

"Juga dilengkapi dengan gym dan fitness center, sky pool & bar, lounge, pre-function room, ballroom berkapasitas 400 tempat duduk serta cafe resto dengan atmosfer hip," tandas Deborah.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved