Menuju Pilgub Jatim

Datangi Kantor Kemendagri, Kiai Kampung Jatim Minta Izin Ajak Khofifah Maju Pilgub Jatim

Forum Komunikasi Kiai Kampung Jatim (FK3J) mendatangi Kemendagri untuk meminta agar pemerintah merestui Khofifah Indar Parawansa jadi Cagub Jatim.

Datangi Kantor Kemendagri, Kiai Kampung Jatim Minta Izin Ajak Khofifah Maju Pilgub Jatim
ist
Suasana pertemuan Forum Komunikasi Kiai Kampung Jatim (FK3J) dengan Dirjen Otoda Kemendragi, Sumarsono di Jakarta, Rabu (3/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Forum Komunikasi Kiai Kampung Jatim (FK3J) mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta izin kepada pemerintah agar merestui Khofifah Indar Parawansa mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial RI.

Harapannya, Khofifah dapat maju pada Pilkada Jatim 2018 mendatang.

Berdasarkan penjelasan koordinator FK3J, Fahrurrozi, sebanyak 53 kiai di Jatim yang berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan keinginan tersebut.

"Ini merupakan tindak lanjut, dari kami atas keinginan FK3J sebelumnya. Kami meminta izin kepada presiden agar Bu Khofifah bisa maju Pilgub Jatim," kata Fahrurrozi kepada Surya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (3/5/2017).

Fahrurrozi bercerita, bahwa pada awalnya mereka hendak menemui presiden secara langsung. Namun, mereka akhirnya diarahkan untuk menemui Dirjen Otoda Kemendragi.

Dirjen Otoda Kemendragi, Sumarsono, menerima langsung rombongan tersebut. "Kami diterima langsung oleh Pak Sumarsono. Semua hasil pembicaraan juga telah didokumentasikan," imbuhnya.

Dari pertemuan tersebut, Sumarsono akan menyampaikan permintaan para kiai ini kepada presiden dalam waktu dekat. Selanjutnya, pihak pemerintah akan memberikan jawaban kepada FK3J.

"Kami dalam hal ini cuma tinggal menunggu saja. Sebab, Pak Sumarsono tak dapat memberikan jawaban karena menyangkut politik," tandas pria asal Pasuruan tersebut.

Lebih lanjut, apabila presiden pada akhirnya tak merestui Khofifah untuk mundur dari jabatannya, FK3J akan mengalihkan dukungannya kepada Wakil Gubernur saat ini, Saifullah Yusuf. "Namun, kami tetap berharap bahwa Ibu Khofifah juga ikut bertarung," lanjutnya.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan FK3J pada akhir Maret lalu. Saat itu, mereka memang merekomendasikan Khofifah dan Gus Ipul untuk bertarung secara head to head pada pilkada Jatim di 2018 mendatang.

Selain itu, FK3J juga telah memperkecil jumlah alternatif bakal calon wakil gubernur. Dari yang sebelumnya berjumlah lima orang menjadi dua orang saja. Yakni, Kepala Dinas Perhubungan Jatim saat ini, Wachid Wahyudi, yang dianggap mewakili birokrat dan Hasan Aminudin dari unsur angggota DPR RI.

Selain latarbelakang kandidat, aspek kedekatan dua figur ini dengan Jatim juga memiliki nilai lebih. "Pertimbangan kultur Jawa Timur membuat dua nama ini saja yang kami anggap kuat," paparnya.

Sekadar diketahui, selain dua nama tersebut ada beberapa figur dari unsur birokrat yang jug diusulkan oleh FK3J. Nama-nama tersebut adalah Kepala Inspektorat Jatim-Nurwiyatno, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim-Fattah Yasin, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim-Heru Tjahyono, serta mantan Asisten II Pemprov Jatim, Hadi Prasetyo. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved