Berita Surabaya

Peringatan May Day, begini Cara Grup Band Suara Aspirasi Buruh

Mereka antusias mengisi jalan raya yang sengaja disediakan untuk panggung orasi, hari ini 1 Mei 2017.

Peringatan May Day, begini Cara Grup Band Suara Aspirasi Buruh
surya/pipit maulidiya
VIDEO KLIP - Grup band Dandelion bermain di tengah demo buruh di depan Kantor Gubernur, Jl Pahlawan, Senin (1/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Panas terik matahari di Jalan Pahlawan, depan Gedung Gubernur Provinsi Jawa Timur tak menyurutkan ribuan langkah buruh, dari belahan Jawa Timur.

Mereka antusias mengisi jalan raya yang sengaja disediakan untuk panggung orasi, hari ini 1 Mei 2017. Bukan lain dalam rangka Peringatan Hari Buruh Nasional.

Rupanya tak hanya para buruh. Sekelompok anak muda mengaku sebagai grup band Dandelions, turut mengisi kekosongan tempat di tengah-tengah kerumunan.

Dengan alat musik lengkap, drum, gitar, bass, dan mic, mereka bermain musik dengan asik.

Selain "nyeleneh" karena bermain musik di tengah kerumunan buruh, personel Dandelions menggunakan baju jaman dulu. Hingga memikat buruh untuk melihat aksi mereka.

"Kunting buruh pabrik kerja keras. Keringat deras banting tulang. Mimpi banyak uang, punya banyak istri
Gaji 5 bulan, gajinya gak di bayar
Lakukan protes, malah di PHK," begitu lirik lagu mereka nyanyikan, yang belakangan diketahui berjudul "Kolonialis Bos".

Njet Susanto (30), Vokalis Dandelions menuturkan lagu berjudul Kolonialisme Bos ini, mengandung kritik sosial dan politik tentang buruh.

"Bulan ini kami akan lauching album terbaru, berjudul Anak-anak Bunga dengan 10 lagu. Salah satu lagu yang pas momennya dengan bulan ini adalah lagu kami tentang buruh. Sebenarnya kami sudah membuat lagunya sejak lama, ide main di sini (demo buruh) tiba-tiba saja datang," tuturnya, Senin (1/4/2017).

Tak hanya menghibur aksi buruh, mereka sekaligus memanfaatkan momen untuk mengambil video klip untuk album terbaru tersebut.

"Sejak terbentuk 2013 silam, Dandelions memang idealis menyuarakan kritik sosial dan politik. Sebagai bukti konsistensi, lagu kami pernah menjuarai beberapa even ternama di Surabaya. Salah satunya Kompilasi KPK tahun 2016 silam," kisah Daniel Suryandi Pratama (24), Basis Dandelions.

Tujuan Mulia
Grup band beranggotakan empat orang ini, Njet Susanto (Vokal), Bayu Bashkoro (Gitar), Daniel Surya (Bass), Rafzan Reksa (Drum) mengaku berkomitmen untuk tumbuh idealis.

"Kami punya aliran musik sendiri, dan tidak ingin terlalu mengikuti pasar. Kami yakin kalau musik kita enak, pasar akan menerima kita. Jadi Dandelions ya kita, yang menyuarakan suara kritik membangun negara Indonesia lebih baik," kata Bayu Baskoro menjelaskan.

Keikutsertaan Dandelions dalam aksi demo perayaan hari buruh, menurut mereka bukan sensasi belaka. Pasalnya tujuan utama adalah ikut menyuarakan perjuangan buruh selama ini.

"Kami melihat dan mengamati, ternyata buruh itu banyak ditunggangi kepentingan. Di dalam lagu ini kami menggambarkan hal itu. Jadi artinya ikut berpartisipasi menyuarakan suara para buruh. Mereka dalam bentuk orasi, kami menyanyi," ujar Manager Dandelions, Esya Saputra ikut menambahkan.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved