Breaking News:

YouGen

Tak Dicoba di Kamar Pas, Bajunya Kekecilan ketika Dipakai

Ketidakcocokan beli baju ini pernah dialami Priscilla Mourine, mahasiswi semester empat Universitas Surabaya (Ubaya).

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
surya/sudarma adi
Priscilla Mourine 

SURYA.co.id | SURABAYA - Baju adalah kebutuhan utama manusia, tak terkecuali perempuan.

Tak hanya sekadar bagus, baju yang diinginkan juga harus pas dan cocok saat dikenakan.

Tapi bagi kaum mudi, ada saat dimana baju yang dibeli tidak pas, baik karena tak dicoba maupun tak sesuai ekpektasi.

Ketidakcocokan saat beli baju ini pernah dialami Priscilla Mourine. Mahasiswi semester empat di Universitas Surabaya (Ubaya) ini bercerita, ketidakcocokan dengan baju yang dimiliki terjadi waktu dia masih SMA, sekitar 2015 lalu.

Saat itu jelang Natal, dia dan keluarga serta saudaranya jalan-jalan ke toko baju di ibukota Bali itu.

Ketika di dalam toko baju itu, saudaranya berinisiatif membelikan baju jenis jump suit warna abu-abu, sebagai hadiah Natal.

"Ketika itu saya memang sedang malas membeli baju. Makanya ketika ada saudara yang membelikan jump suit, ya saya iyakan saja," ujarnya, Minggu (30/4/2017).

Ketika dibelikan baju itu, dia langsung mengiyakan saja. Dia lalu menerima baju itu, tanpa lebih dulu dicoba di kamar pas.

Perempuan berusia 20 tahun ini menganggap bahwa baju yang dibelikan saudaranya ini pasti pas di badan.

"Saya sih pede aja karena menilai semua baju pasti cocok di badan," tutur perempuan yang lahir pada 21 April ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved