Berita Surabaya
Utusan Khusus Presiden Ingatkan Situasi Memburuk 15 Tahun Mendatang
Perubahan iklim sekarang menjadi fenomena ekonomi, energi alternatif lebih menguntungkan daripada fosil.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Perubahan iklim menyebabkan beragan fenomena perubahan alam terjadi. Mulai dari pulau hilang, cuaca, bencana alam misalnya tornado, tanah longsor, banjir dan kebakaran hutan.
Menurut Utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim Prof Rachmat Witoelar, pada 15 tahun mendatang situasi akan semakin buruk.
Perubahan lingkungan ekstrim sangat mungkin terjadi. Sehingga menurutnya perlu generasi muda untuk memperbaiki. Apalagi saat ini generasi muda kerap melakukan riset terhadap energi alternatif.
“Generasi tua memberikan pengalamannya, seperti saya keliling ke kampus-kampus untuk merubah paradigma dengan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya dalam Surabaya Environmental Talkshow dalam rangkaian kegiatan Environation 2017 dengan tema “Climate Change : Self Revolution or Self Adaptation?” di Grand City, Kota Surabaya, Sabtu (29/4/2017).
Apabila tidak diantisipasi sekarang, lanjutnya, semakin memburuk. Perubahan iklim sekarang menjadi fenomena ekonomi, energi alternatif lebih menguntungkan daripada fosil.
“Generasi muda ini menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi seluruh tantangan global,”pungkasnya.
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Nur Masripatin menambahkan dalam pemerintahan Jokowi ada perubahan struktur KLHK dalam memegang pengendalian perubahan iklim. Indonesia ingin menjadi negara dengan pengurangan emisi hingga 29 persen, sebelumnya pada masa pemerintahan SBY hanya 26 persen.
“Ini artinya pemerintah semakin peduli terhadap lingkungan. KLHK mengadakan pertemuan diskusi tentang bagaimana masing-masing sektor untuk menerapkan emission reduction,”tambahnya.
Dikatakannya, peran pemda sangat besar dalam beradaptasi dengan perubahan iklim dan pengurangan emisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/utusan-khusus-presiden-ri-untuk-pengendalian-perubahan-iklim-prof-rachmat-witoelar_20170429_230554.jpg)