Berita Surabaya

Banyak Kampus Belum Memiliki Sistem Informasi Manajemen yang Layak dan Mumpuni, Penyebabnya. . .

Sekitar Rp 5 miliar yang harus disiapkan PT untuk bisa memiliki SI yang bagus meliputi penyediaan data center, blue print management dan sumber daya

Banyak Kampus Belum Memiliki Sistem Informasi Manajemen yang Layak dan Mumpuni, Penyebabnya. . .
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ALTERNATIF BELAJAR - Kepala Pusat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Unair, Soegianto Soelistiyono menjelaskan kepada siswa tentang web site www.makinpintar.com usai peluncuran di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C UNAIR, Surabaya, Senin (25/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sistem informasi (SI) manajemen sangat dibutuhkan bagi pengelolaan perguruan tinggi (PT).

Hanya saja untuk menyiapkan SI membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Sekitar Rp 5 miliar yang harus disiapkan PT untuk bisa memiliki SI yang bagus meliputi penyediaan data center, blue print management dan sumber daya manusia (SDM) profesional.

Biaya yang tidak sedikit tersebut membuat banyak PT yang masih belum memiliki SI manajemen yang layak dan mumpuni.

Karena itulah, Pusat Pengolahan Teknik Sistem Informasi (PPTSI) Universitas Airlangga (Unair) menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan workshop atau pelatihan khusus bagaimana mengelola SI Manajemen di kampus bagi 50 perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia.

Ketua PPTSI Unair, Soegianto Soelistiono mengatakan pelatihan dengan melibatkan PTNU ini karena NU merupakan organisasi yang besar dan massif.

Bukan hanya pelatihan dan workshop, namun PPTSI akan mendampingi PTNU itu agar bisa mandiri dalam mengelola sistem informasi manajemennya. Pendampingan itu kata Soegianto akan berlangsung selamanya.

"Bahkan tidak hanya pendampingan tapi kami akan siapkan tiga unsur yang biayanya mahal itu di masing-masing PTNU di seluruh Indonesia yang berjumlah 230 lembaga. Kami akan siapkan data center, blue print management dan sumber daya manusia (SDM) profesional. Pokoknya PTNU tidak mengeluarkan uang sepeserpun," ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Sabtu (29/4/2017).

Untuk bisa merealisasikannya, PPTSI menyiapkan dana sekitar Rp 10 miliar. Dana ini kecil dibandingkan kalau PTNU harus menyiapkan semuanya sendiri. "Karena kolektif jelas jauh lebih murah,” paparnya.

Kebutuhan sistem informasi ini, dikatakan Wakil Rektor III Unusa, Ima Nadatien sejalan dengan penerapan sistem online untuk berbagai bidang pelaporan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Unggahan ke kemenristekdikti itu dilakukan setiap semester. Dan tidak boleh terlambat. Kalau semester ganjil itu antara Februari dan Maret sementara semester genap di Agustus hingga September," jelasnya.

Data-data yang harus diunggah ke feeder Kemristekdikti itu kata Ima, meliputi semua kegiatan kampus, mulai mahasiswa, dosen hingga prestasi yang diraih sivitas akademikanya. Sehingga tak mengherankan data yang diisi itu bisa menentukan peningkatan akreditasi baik akreditasi program studi, fakultas maupun lembaga pendidikan tinggi itu sendiri.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved