Breaking News:

Berita Surabaya

Mantan Pecandu Narkoba dari 13 Provinsi Ramaikan Turnamen 'Street Soccer' di Surabaya

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan, event League of Change bertujuan membin kepada mantan pengguna narkoba.

surya/fatkhul alami
AKBP Suparti, Rudhy Wedhasmara, dan M Afghani (dari kiri ke kanan) selaku pelaksana turnamen street soccer (League of Change) 2017. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 13 provinsi bakal meramikan turnamen street soccer (League of Change) khusus mantan pecadu narkoba. Mereka dijadwalkan bertanding di di lapangan futsal komplek Softball dan Hockey Jl Dharmawangsa Surabaya, 1-3 Mei 2017.

Dalam ajang yang digelar Yayasan Orbit Surabaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dispora Surabaya ini, tim yang berlaga mewakili kota atau provinsinya dan bukan organisasinya.

Ke-13 provinsi yang ikut ambil bagian ajang ini, antara lain Jawa Timur dengan 2 tim, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan, event League of Change bertujuan membin kepada mantan pengguna narkoba.

"Kami menjaga mereka pada dampak yang positif. Kami tidak ingin acara ini terhenti agar saudara-saudara kita yang sudah bersih untuk bisa tetap jadi atlet," kata Suparti, Rabu (26/4/2017).

Dispora Pemkot Surabaya memberi suport penuh terhadap pelaksaanaan ajang ini. Apalagi, ajang ini sebagai pembinaan bagi mantan pecandu narkoba.

"Kami mensupport, karena mantan pecandu mempunyai kesempatan untuk melakukan kegiatan positif dan kami berkewajiban mewadahi mereka," kata Kadispora kota Surabaya M Afghani Wardhana.
.
Sementara itu, Ketua pelaksana League of Change 2017, Rudhy Wedhasmara menambahkan, selama ini para mantan pengguna narkoba merasa tersisihkan. Dengan kegiatan ini, diharapkantidak lagi dipandang negatif.

"Para pemain nanti tidak harus mempunyai ketrampilan sepak bola. Turnamen ini akan diseleksi untuk menuju ke kejuaran Homeless World Cup (HWC) yang setiap tahun digelar," kata Rudhy yang juga pembina Yayasan Orbit.

Rudhy menuturkan, setiap tim berisi 8 pemain dan yang turun bertanding ada 4 pemain.

"Kedelapan pemain ini adalah ODHA, korban Napza, anak jalanan dan dari latar belakang kurang mampu," pungkas Rudhy.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved