Breaking News:

Berita Surabaya

Begini Tips Ibu-ibu di Surabaya Menangkal Berita Hoax

Sekretaris Dharma Wanita Kecamatan Tegalsari mengatakan ia pernah mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan akibat berita hoax.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/fatimatuz zahro
Ibu-ibu peserta workshop memanfaatkan waktu untuk foto selfie. 

SURYA.CO.ID| SURABAYA – Maraknya informasi hoax patut diwaspadai oleh masyarakat luas. Informasi yang kini banyak tersedia lewat berbagai sarana.

Mulai media sosial, jaringan pertemanan, dan juga dunia harus disaring secara cerdas agar tidak membawa dampak negatif bagi orang lain.

Pengalaman tentang inforasi hoax ternyata juga banyak dialami beberapa warga Kota Surabaya.

Salah satunya adalah yang dialami oleh Siti Fatiham. Sekretaris Dharma Wanita Kecamatan Tegalsari mengatakan ia pernah mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan akibat berita hoax.

“Saya pernah mendapatkan telepon dari orang yang tak dikenal. Dari telepon itu katanya anak saya masuk ke kantor polisi, karena berbuat kejahatan,” ucap Siti Fatimah saat Workshop Cerdas Memilih Informasi Lawan Hoax, di Gedung Wanita, Rabu (26/4/2017).

Orang dalam telepon tersebut meminta agar Fatimah menebus anaknya dengan membayarkan sejumlah uang.

Fatimah bingung dan kaget. Ia segera mengecek ke sekolah ternyata anaknya tidak ada.
Ia menelepon suaminya dan suaminya mencoba menenangkan.

“Tapi saya herannya dia tau nama anak saya dan alaamat saya. Tapi suami saya minta saya untuk tenang dan tiddak mudah terpengaruh, akhirnya saya diminta pulang ke rumah dulu,” imbuh wanita yang juga bekerja di kecamatan Tegalsari ini.

Dan ternyata benarnya, anaknya yang bersekolah di SMKN 1 Surabaya itu ternyata sudah di rumah dan sedang tidur.

Fatimah yang sudah terlanjur kaget rasanya lega bukan main. Ia baru sadar baru ia baru saja terjebak dan percaya dengan berita hoax.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved