Senin, 20 April 2026

Berita Surabaya

Mahasiswa Kampus Ini Lestarikan Sastra Lewat Lomba Puisi, Simak Antusiasme Pesertanya

Unipra Poetry Competition tahun ini mencakup siswa di Jatim, berbeda dari tahun sebelumnya yang baru mencakup siswa di Kota Surabaya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/sulvi sofiana
Salah satu peserta Unipra Poetry Competition, Selasa (25/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puisi sebagai karya sastra diapresiasi Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Teater di Universitas WR Soepratman (Unipra) Surabaya dengan mengadakan lomba puisi untuk siswa tingkat SMA setiap tahunnya.

Unipra Poetry Competition tahun ini mencakup siswa di Jatim, berbeda dari tahun sebelumnya yang baru mencakup siswa di Kota Surabaya.

Siswa kelas X SMA Mambaul Quran Mojokerto, Iftita Amalia (15) mengikuti lomba puisi bersama lima temannya. Ia ditunjuk sebagai perwakilan sekolahnya yang berbasis pesantren.

Latihan membawakan puisi ia lakukan di sela padatnya aktivitas di sekolah dan pesantren.

Menurutnya mengikuti lomba puisi dapat menambah literasinya terkait sastra, apalagi sejak masuk jurusan IPA ia semakin jarang mempelajari sastra.

“Saya membawakan puisi berjudul Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu, karena nanti di sela puisi saya juga menyanyikan lagu Indonesia ,” ujar gadis yang ingin memperebutkan piala Rektor Unipra ini di sela perlombaan yang diadakan di kampus Unipra, Jalan Arief Rachman Hakim, Selasa (25/4/2017).

Sementara siswa kelas XI SMKN 3 Surabaya, Ridwan Adit (16) secara pribadi ingin mengikuti lomba puisi tersebut.

Prestasi memenangkan lomba puisi sejak SMP membuat Adit tertarik mengikuti lomba tersebut. Pasalnya, ia jarang menemukan lomba puisi saat ini.

“Saya akan membawakan puisi Ibu dari Zawawi. Soalnya saat membaca puisinya saya cukup menjiwai. Kalau latihanya bagaimana jaga intonasi dan penjiwaan seperti zawawi, latihan sampai nangis karena peranan seorang ibu,” ungkap siswa jurusan Multimedia ini.

Wakil Rektor 3 Unipra, Siswanti Soe'eib menjelaskan selama ini mahasiswanya memang banyak yang aktif dalam kegiatan UKM.

Bahkan mereka rutin mengadakan lomba untuk masyarakat umum atau siswa seperti lomba puisi ini.

“Sastra ini penting untuk dilestarikan, disana ada budaya dan kekayaan bangsa. Jadi peranan mahasiswa tidak hanya dalam akademik perkuliahan, tetapi juga seperti ini,” jelasnya.

Lomba ini diharapkan juga dapat memberikan imbas terhadap budaya baca yang dicanangkan pemerintah. Sehingga ada bahan evaluasi dan apresiasi pada budaya baca yang dilakukan siswa.

“Peranan mahasiswa dalam mengadakan lomba baca puisi ini tiap tahun cukup besar, walaupun dana kami berikan terbatas. Pesertanya memang menurun karena pekan ujian. Tapi sudah cukup banyak, ada 47 peserta dari 17 sekolah,” lanjutnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved