Lifstyle

Kelebihan Paes Ageng Tampilkan Aura Calon Pengantin

“Bagi perias baru, memang perlu ketekunan luar biasa untuk menguasai paes ageng ini,” kata Bawuk Sumiati.

Kelebihan Paes Ageng Tampilkan Aura Calon Pengantin
surya/ahmad zaimul haq
RIAS PENGANTEN - Model menggenakan rias pengantin tradisional dalam Seminar dan Lomba Make Up Pengantin di Ballroom Trilium Surabaya, Selasa (25/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tata rias pengantin tradisional yang terpaku pada pakem memang dikenal sulit dilakukan. Banyak calon pengantin belakangan cenderung memilih tata rias pengantin tradisional yang sudah modifikasi untuk diaplikasikan di hari bersejarah mereka nantinya.

“Bagi perias baru, memang perlu ketekunan luar biasa untuk menguasai paes ageng ini,” kata Bawuk Sumiati kepada Surya.co.id, Selasa (25/4/2017).

Bawuk siang itu hadir sebagai narasumber di acara Seminar & Lomba Make Up Pengantin Festival Busana Kebaya diadakan DPD Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia ‘Katalia’ Jatim di Balroom Trillium Surabaya.

Perias senior asal Yogyakarta ini sempat memeragakan kemampuannya merias gaya paes ageng Yogyakarta.

“Tata rias Yogyakarta ini masih dikagumi karena hasilnya yang punya nilai seni tinggi,” kata Bawuk yang sudah 20 tahun menggeluti dunia rias pengantin tradisional.

Meski tata rias pengantin tradisional yang berpedoman pada pakem tidak mudah, Bawuk minta agar perias tidak pasrah begitu saja.

“Jangan takut ketika menemukan kesukaran, sebab pasti ada jalan. Saya saja perlu berbulan-bulan untuk menguasai riasan paes ageng ini,” imbuh Bawuk yang sudah merias 12 orang putri Keraton Yogyakarta ini.

Ibu lima anak ini meyakinkan bila perias bisa total melakukan ketrampilannya merias calon pengantin maka aura pengantin akan keluar dan menjadi daya tarik saat resepsi pernikahan.

“Kebanggaannya adalah ketika semua tuntas. Kelebihan paes ageng yang mengandalkan pada riasan di bagian hidung ini hasilnya adalah tampilan aura sang pengantin yang tentu jadi pesona saat prosesi pernikahan,” tutur Bawuk.

Ditemui di tempat yang sama, Suprihatin Slamet Wartono, Ketua Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi & Modern Indonesia ‘Katalia’ DPD Jatim tak menepis makin berkurangnya minat calon pengantin memilih tata rias pengantin yang mengacu pada pakem tradisional.

Menurut Ny Slamet, sekarang lebih banyak yang pilih pengantin tradisional tapi sudah dimodifikasi.

“Zaman makin berkembang, permintaan calon pengantin pun terus berkembang,” ungkapnya.

Namun, ditekanan Ny Slamet, yang bisa dimodifikasi adalah gaya busana pengantin, termasuk bagian bawahannya, kain jariknya.

“Kalau riasan itu sudah pakem nggak bisa diubah sama sekali,” tandasnya.

Kegiatan yang sudah diadakan untuk kelima kalinya ini diikuti oleh 60 peserta dari seluruh Jawa Timur.

Mereka ikut beragam lomba yang dibagi dalam tiga kategori, yaitu Modifikasi Pengantin Nusantara, Modifikasi Pengantin Muslim, dan Gaun Panjang.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved