Rabu, 8 April 2026

Profil

Lidyawati Mustafa, Rela Berangkat Pagi Pulang Malam Demi Pekerjaan ini

“Berangkat pagi pulang larut malam sudah biasa, karena saya ingin memahami luar dalamnya bidang yang aku tangani ini,” tegasnya.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Musahadah
surya/ahmad zaimul haq
Lidyawati Mustafa 

SURYA.co.id I SURABAYA - Ilmu komunikasi yang dimiliki Lidyawati Mustafa memudahkan langkahnya setiap masuk ke bidang pekerjaan baru.

Itu pula yang dialami Lidyawati ketika setahun silam gabung di industri fashion.

Di tempat kerjanya yang baru ini dia merasakan lingkungan yang sangat solid dan penuh kebersamaan.

“Teman-teman di sini suka ramai datang di setiap acara yang diadakan bersama. Mereka rela korbankan waktunya untuk menikmati kebersamaan,” ucap Lidyawati yang kini menduduki jabatan sebagai Operational Director Arva School of Fashion.

Sementara di sisi lain, ibu dua anak ini pun mengaku dirinya selalu mengerjakan sesuatu dengan total.

“Saya selalu ‘learning by doing’. Karena itu saya pasti ikuti semua kegiatan Arva mulai yang kecil-kecil seperti workshop dan lainnya,” papar Lidyawati.

Agar bisa makin memahami bidang yang baru ditangani, Sarjana Komunikasi Universitas Airlangga ini pun tak segan untuk berangkat awal dan pulang paling akhir di setiap acara.

“Berangkat pagi pulang larut malam sudah biasa, karena saya ingin memahami luar dalamnya bidang yang aku tangani ini,” tegasnya.  

Totalitas itulah yang kemudian membuat dirinya tak mengalami kesulitan masuk di dunia fashion ini.

“Selain saya memang suka fashion. Dan juga tertarik pada dunia pendidikan,” imbuh Lidyawati yang sebelumnya sempat bekerja di perusahaan operator seluler selama hampir sembilan tahun.

Disinggung soal kegemarannya pada fashion, Lidyawati menyatakan dirinya paling suka membelanjakan uangnya untuk baju ketimbang tas atau pun sepatu.

“Karena baju itu kan fast moving. Sedang tas dan sepatu tren fashionnya lebih lambat,” begitu alasannya.

Untuk memenuhi kebutuhannya di bidang fashion itu, Lidyawati yang juga pernah bekerja di jasa kurir internasional ini menekankan dirinya sama sekali tidak ‘branded minded’.

“Kalau ketemu model yang bagus tak jarang saya jahit sendiri bajunya,” imbuh wanita berwajah Oriental ini.

Feminin itulah gaya yang paling dia suka untuk fashion sehari-hari. “Tapi, saya paling nggak suka yang terlalu santai. Saya juga nggak suka tampilan yang bling-bling,” urainya.

Untuk urusan aksesoris, Lidyawati menekankan lebih pilih kalung dibanding gelang maupun anting. “Bentuknya beragam, bisa logam, kayu, atau bebatuan,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved