Ekonomi dan Bisnis

Minuman Kesehatan Jadi Andalan Jamu Iboe Jaya Dongkrak Kinerja 2017

PT Jamu Iboe Jaya memilih untuk mengembangkan produk minuman kesehatan untuk menambah revenue dari konsumsi retail di produk ini.

Minuman Kesehatan Jadi Andalan Jamu Iboe Jaya Dongkrak Kinerja  2017
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Pengunjung menikmati Jamu Iboe yang ada di Grand City Surabaya, Kamis (19/4/2019). Industri minuman kesehatan dengan kemasan menarik mampu menaikkan angka penjualan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tergantung dengan konsumsi retail. Termasuk di sektor makanan dan minuman. Tahun 2017, PT Jamu Iboe Jaya memilih untuk mengembangkan produk minuman kesehatan untuk menambah revenue dari konsumsi retail di produk ini.

"Dibanding dua produk lain yang kami miliki, yaitu minuman tradisional dan suplemen herbal, pertumbuhan minuman kesehatan cukup besar. Sekitar 10-15 persen. Karena segmen konsumennya yang tidak ada batasan usia dan kemasan yang lebih modern serta praktis," jelas Stephen Walla, Owner PT Jamu Iboe Jaya, di sela kegiatan Festival Kartini di Grand City, Surabaya, Kamis (20/4/2017).

Produk minuman kesehatan masih sekitar 25 persen dalam kontribusi produksi Jamu Iboe. Produk tradisional masih berkisar 55 persen dan sisanya suplemen herbal.

Namun dengan adanya produk baru di segmen minuman kesehatan yang cukup mendapat respon positif dari pasar,  Stephen berani memprediksi produk ini akan bisa menambah menggeser komposisi tersebut.

"Potensinya masih besar. Banyak mal baru dengan areal Food and Baverage (F & B) yang lebih luas, dan daya beli masyarakat di produk ini juga lebih besar, " jelas Stephen.

Perry Anglishartono, Product Group Manager Jamu Iboe, menyebutkan, saat ini produk minuman kesehatan juga digeber untuk menarik konsumen di segmen anak muda.

"Ada tiga produk baru yang kami launching di tahun ini. Antara lain Alang-alang, Kulit Manggis dan Lidah Buaya. Ketiganya melengkapi produk minuman kesehatan yang sudah ada, seperti Temulawak, Rosela, dan lainnya," tambah Pherry.

Pihaknya juga semakin agresif dalam memasarkan produknya melalui berbagai kegiatan yang terkait dengan gaya hidup. Seperti festival Kartini, dan event-event lain baik yang reguler maupun tidak si berbagai kota. Juga memaksimalkan outlet-outlet di mal, kedai, restauran, dan tempat-tempat keramaian lainnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved