Berita Surabaya
Ridwan Hisjam: Sistem Politik Sekarang, yang Memiliki Uang Bisa Menang
"Harusnya rakyat cukup memilih wakilnya di DPRD kota, kabupaten, provinsi, pusat (DPR RI). Baru para wakil ini memilih kepala daerah secara musyawarah
SURYA.co.id I SURABAYA - Pemilihan kepala daerah (negara) langsung atau terbuka berdampak luar biasa. Antarwarga, bahkan saudara bisa tidak saling menyapa lantaran perbedaan pilihan.
Hal ini disampaikan Ridwan Hisjam, wakil ketua Komisi X DPR RI saat seminar legislatif yang digelar Dewan Legislatif Mahasiswa Universitas Dr Soetomo, Surabaya (Unitomo) belum lama ini.
"Harusnya rakyat cukup memilih wakilnya di DPRD kota, kabupaten, provinsi, pusat (DPR RI). Baru para wakil ini memilih kepala daerah secara musyawarah dan tertutup," katanya.
Sistem politik sekarang, menurutnya, yang memiliki uang bisa menang. Bisa terpilih menjadi gubernur, bupati, wali kota, bahkan presiden.
"Pak Jokowi terpilih sebagai presiden bukan karena punya duit, tapi pendukungnya punya duit. Dari wali kota Solo yang cuma memimpin beberapa kecamatan, menjadi gubernur (DKI) sebentar, dan menjadi presiden. Sekarang bingung, banyak yang diurusi," papar mantan anggota DPRD Jatim.
Sistem terbuka, menurut Ridwan, membuat tatanan rusak.
Dia mencontohkan mantan ketua DPRD Jatim Fatorrasjid yang masuk tahanan lantaran korupsi.
Mantan ketua umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang dulunya tokoh mahasiswa era 1998 masuk penjara lantaran korupsi.
"Semua politik UUD, ujung-ujungnya duit. Ini karena rakyat belum sejahtera," tandasnya.
Sementara itu pengamat politik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Yoyok Budi Santoso meminta mahasiswa tetap kritis terhadap kinerja wakil rakyat.
"Fungsi-fungsi legislatif sekarang bermasalah. Mahasiswa harus terus berperan, berjuang memberikan kontrol," kata Yoyok yang mantan aktivis.
Seminar yang digelar di auditorium KI Moh Saleh Kampus Unitomo ini diikuti 60 mahasiswa perwakilan PTN dan PTS yang tergabung dalam Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) se Jatim.
Di tempat terpisah Wiyono Ketua DLM Unitomo mengungkapkan di Seminar dan Musyawarah Kerja FL2MI Wilayah Jatim ini diisi pula dengan Deklarasi mahasiswa mendukung para petani di Rembang yang kena gusur.
“Sebagai legislatif kampus sudah waktunya kami ikut mengkritisi dan melakukan aksi protes adanya ketidak-adilan di negeri ini,” Ujar mahasiswa fakultas pertanian Unitomo ini.
“Sesuai arahan Ketua FL2MI Jatim gerakan perjuangan legislatif mahasiswa harus mampumenciptakan perubahan positif di masyarakat,”pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ridwan-hisjam_20170419_174403.jpg)