Senin, 20 April 2026

Berita ekonomi Bisnis

BSN Dorong Industri Urus SNI untuk Naikkan Daya Saing

Budi menyebutkan, saat ini secara nasional, jumlah perusahaan atau pelaku industri yang sudah ber-SNI masih sekitar 12.000.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya/rahadian bagus
Suasana Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN), Kamis (24/11/2016) di Pendopo Kabupaten Madiun. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masih rendahnya pelaku usaha dan industri yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), membuat Badan Standardisasi Nasional (BSN) agresif memberikan dorongan kepada mereka.

Setelah menggelar SNI Award 2017 pada bulan Maret lalu, BSN kini menyiapkan kegiatan sosialisasi SNI lewat pameran Indonesia Quality Expo ke - 5 di Makassar, Sulawesi Selatan, yang juga akan diisi dengan Deklarasi Sulsel Ber-SNI.

"Mengapa Sulsel atau Sulawesi Selatan, karena kami melihat potensi usaha dan industri di wilayah timur terus berkembang. Termasuk Surabaya sebagai hap dari Indonesia Timur, bisa dijadikan contoh banyaknya industri yang sudah ber-SNI dan mampu mempertahankan SNI itu," jelas Budi Rahardjo, Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas BSN, saat roadshow di Surabaya, Selasa (18/4/2017).

Lebih lanjut, Budi menyebutkan, saat ini secara nasional, jumlah perusahaan atau pelaku industri yang sudah ber-SNI masih sekitar 12.000.

Sementara yang aktif dan konsisten dalam penerapan SNI hanya sekitar 9.000.

Padahal manfaat dari produk dengan SNI, mampu meningkatkan daya saingnya di pasar, baik domestik maupun ekspor.

"Kegiatan yang kami gelar, mulai dari SNI Award, maupun pameran Indonesia Quality ini merupakan upaya pemerintah dalam menstimulasi peningkatan penerapan SNI, semakin tahun semakin diminati untuk diikuti oleh perusahaan atau organisasi," lanjut Budi.

Dalam pameran bulan Oktober tersebut, berlangsung tiga hari, diikuti oleh 600 orang.

Selama pameran, juga diisi seminar, pertemuan dan presentasi ilmiah standarisasi, pertemuan teknis laboratorium dan lembaga inspeksi, temu masyarakat standarisasi Indonesia dan kegiatan lainnya.

Ditargetkan ada 70 stan pameran yang bisa diikuti oleh pemangku kepentingan BSN, baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah dan pusat.

"Tahun lalu, industri penerap SNI, seperti Siemens Indonesia, PT Pertamina Lubricants, IAPMO, Balai Sertifikasi Indonesia, PT Pupuk Kaltim, turut ambil bagian. Dari Jatim, PT Petrokimia Gresik," tambah Budi.

Diakui Budi, masih belum banyaknya perusahaan atau industri yang menerapkan SNI, karena antara lain alasan biaya, persyaratan, dan pelayanan birokrasi yang belum banyak dipahami.

Pihaknya terus aktif melakukan sosialisasi, agar tahun 2017 ini, ada peningkatan lebih dari 10 persen, bagi perusahaan dan industri yang aktif menerapkan SNI.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved