Rabu, 29 April 2026

Sambang Kampung

Kampung Pesantren Sidosermo: Suasana Religius Membantu Ciptakan Kepribadian Anak

“Dengan adanya pesantren banyak kegiatan yang bisa diikuti anak-anak. Seperti jemaah salat dan juga mengaji,” ujar Halimah, Minggu (16/4/2017).

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
Dengan suasana religius diharapkan dapat menciptakan tumbuh kembang anak. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Banyaknya pondok pesantren di Sidosermo mendapat respons dan dukungan positif warga masyarakat.

Halimah Wardani pengurus PKK Kelurahan Jagir mengaku senang dengan banyaknya pesantren yang ada di kampungnya.

Sebab hal itu turut membawa suasana religius yang bagus untuk tumbuh kembang anak.

“Dengan adanya pesantren banyak kegiatan yang bisa diikuti anak-anak. Seperti jemaah salat dan juga mengaji,” ujar Halimah, Minggu (16/4/2017).

Wanita yang juga kader lingkungan ini menyebutkan suasana religus tersebut akan membantu anak-anak untuk membentuk kepribadian.

Ketika lingkungan tempatnya tinggal tidak memberikan ruang untuk kegiatan-kegiatan yang negatif maka potensi anak-anak untuk terjerumus ke jalan yang buruk juga akan terkikis.

“Nah, di sana anak-anak sore sudah disibukkan mengaji. Malam ada mengaji juga. Beberapa anak kampung juga ada yang ikut mengaji kitab dan diniyah,” katanya.

Sehingga menurutnya tinggal bagaimana orang tua bisa memanfaatkan lingkungan pesantren yang sudah tercipta di sana.

Anak-anak di sana bisa diikutkan kegiatan yang ditawarkan pondok pesantren atau tidak.

Sebab menurutnya, saat ini yang mengancam anak-anak seperti kenakalan remaja dan narkotika.
Namun, itu semua juga bergantung pada lingkungan dan pondasi dari anak.

“Ketiga pondasi dirinya kuat, dibekali agama yang kuat dan lingkungananya bagus, risiko terjadinya kenakalan remaja jugga akan tereduksi,” katanya.

Pengurus Pondok Raudlotul Cchubbil Quran, Istiqomah, mengatakan, di pesantrennya yang biasanya dibuka untuk mengaji anak-anak kampung adalah mengaji sehabis menghrib.

“Ada mengaji iqro, dan hafalan jus amma. Yang mengajar langsung dari ibu pengsuh dan juga dibantu oleh pengajar pondok,” katanya.

Bagi warga kampung yang ikut kegiatan mengaji tidak dipungut biaya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved