Kamis, 9 April 2026

Berita Surabaya

16 Perwakilan KPU Daerah Belajar Anggaran Pemilu di KPU Jatim

Ke-16 orang yang juga mahasiswa S2 jurusan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya (Unair).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Suasana Pertemuan KPU Jatim dengan 16 perwakilan KPU dari berbagai daerah di Indonesia di gedung KPU Jatim, Kamis (13/4/2017). 

SURYA.co.id | SUARABAYA - Sebanyak 16 perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari berbagai daerah di Indonesia menyambangi kantor KPU Jatim, Kamis (13/4/2017).

Pertemuan berlangsung di Kantor KPU Jatim Jalan Raya Tenggilis R21, Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya tersebut membahas terkait perencanaan anggaran sebuah pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Ke-16 orang yang juga mahasiswa S2 jurusan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya (Unair) tersebut juga didampingi oleh dosen mereka, Dr Kris Nugroho MA.

Sedangkan dari KPU Jatim, ada Komisioner KPU Jatim, Dewita Hayu Shinta, Sp MSi, serta Kepala Bagian Umum dan Logistik KPU Jatim, Akhmad Sujono.

Beberapa peserta tersebut ada yang berasal dari luar Jawa. Misalnya, Karo, Bali, hingga Toba. namun, ada juga yang dari Jatim, misalnya KPU Ponorogo dan KPU Sidoarjo.

Menurut Kris, ke-16 mahasiswa tersebut masuk dalam kelas peminatan Tata Kelola Pemilu.

"Setelah lulus nanti, para mahasiswa tersebut akan kembali ke KPU masing-masing dan memperkuat tenaga organik KPU di sana. Mereka ada dari seluruh Indonesia," jelas Kris usai acara.

Pada kunjungan tersebut, topik pertemuan terkait perencanaan anggaran pemilu.

Ini terkait dengan matakuliah mereka, yakni Perencanaan Anggaran Pemilu.

Berbagai hal teknis terkait anggaran pilkada pun dibahas pada pertemuan kyang berlangsung sekitar dua jam tersebut.

Mulai dari detail bidang yang dianggarkan, bagaimana cara melobi usulan anggaran ke pemerintah, hingga detail besaran anggaran yan biasanya dihabiskan. Tak ketinggalan materi yang dibawakan oleh Dewita dan Jono tersebut juga membahas soal pentingnya laporan pertanggungjawaban.

Karena berasal dari latar belakang berbeda, pertemuan pun berlangsung hidup denga banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh peserta.

Mulai dari pembuatan besaran yang disiapkan untuk membuat alat peraga kampanye (APK) hingga cara KPU Jatim menghindari dugaan hubungan politis dengan petahana terkait perancangan anggaran.

Harapannya, melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu tersebut di masing-masin KPU asal.

"Hari ini mereka belajar cara mengelola anggaran dalam sembuah pilkada. Mulai dari yang sifatnya isidental hingga darurat," kata Kris.

"Contoh anggaran yang darurat itu, misalnya, adalah anggaran untuk PSU (Pemungutan Suara Ulang). PSU kan nggak boleh dianggrakan. Nah, terkait itu, mahasiswa belajar gimana cara KPU Jatim menyiasatinya agar PSU tersebut tetap bisa dilakukan," pungkas Kris.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved