Ekonomi dan Bisnis

Monsanto Siapkan Ekspor Herbisida ke Australia di Tahun 2018

PT Monargo Kimia, anak usaha Monsanto Indonesia, berancang-ancang meningkatkan volume ekspor herbisida ( pembasmi gulma ) ke Autralia tahun 2018.

Monsanto Siapkan Ekspor Herbisida ke Australia di Tahun 2018
ist
Direktur Corporate Engangement Mosanto Indonesia Herry Kristianto (kiri) bersama Site Lead PT Monargo Kimia Muhammad Zoel Akbar sedang melihat produk di sela acara `Qualitude Launching` di Tangerang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Monargo Kimia, anak usaha Monsanto Indonesia, berancang-ancang meningkatkan volume ekspor herbisida ( pembasmi gulma ) ke Autralia tahun 2018.

Perusahaan memprediksi volume ekspor sarana produksi pertanian tersebut akan tumbuh 80 persen hingga 100 persen. 

Site Lead PT Monago Kimia Muhammad Zoel Akbar mengatakan Australia merupakan pasar ekspor utama produk herbisida, selain Jepang dan Korea Selatan.

"Australia mengambil porsi lebih dari 90 persen ekspor herbisida .Monsanto memproduksi herbisida untuk pasar ekspor ke Australia dengan merk Roundup Biactive, Roundup Ultramax dan Roundup CT Broadacre," jelas Zoel dalam rilisnya, Rabu (12/4/2017).

Negeri Kangguru ini membutuhkan herbisida untuk menanggulangi gulma (rumput) sebagai salah satu organisme penganggu tanaman yang dapat merugikan karena dapat menyebabkan penurunan hasil panen.

Selain itu gulma juga dapat menjadi tempat berlindung dan berkembangnya hama penyakit buat tanaman sehingga sangat penting untuk dikendalikan.

Menurut Akbar sebelum tahun 2014, ekspor herbisida ke Australia sempat tercatat hingga 9 juta liter dengan perolehan devisa 20 juta dolar Amerika Serikat (AS). Namun dalam perjalanannya, Australia menerapkan pengenaan bea masuk 5 persen atas ekspor herbisida, sedangkan hambatan tarif ini tidak berlaku dengan Malaysia yang notabene merupakan sesama negara persemakmuran bekas koloni Inggris.

“Pengenaan tarif bea masuk 5 persen menyebabkan daya saing ekspor herbisida Indonesia menurun. Bahkan tahun 2016, volume ekspor herbisida Indonesia tergerus 50 persen atau hanya 4,5 juta liter dibandingkan ekspor sebelum di tahun 2014. Adapun tahun 2016 lalu, sedikit mengalami peningakatan menjadi 5 juta liter,” lanjut Akbar usai acara ‘Qualitude Launching’ di Tangerang.

Sementara untuk tahun 2017 ini, perusahaan mematok target volume ekspor Roundup Biactive cs setara dengan ekspor tahun lalu sebesar 5 juta liter.

Direktur Corporate Engagement Monsanto Indonesia Herry Kristanto mengatakan informasi yang diperoleh Kementerian Luar Negeri bahwa perumusan petunjuk teknis dari kesepakatan bilateral antara kedua negara ini dapat dituntaskan pada akhir 2017.

”Kalau nota kesepahaman kepala negara ini dapat direalisasikan, berarti ekspor herbisida Indonesia ke Australia tidak lagi dikenakan tarif, sehingga akan menjadi lebih lebih kompetitif dari produk herbisida yang sama yang di produksi oleh Malaysia. Kita berharap dengan dihapuskannya tarif ini volume ekspor mampu dikembalikan ke 9-10 juta liter atau setara dengan 40 juta dolar AS,”ujar Herry.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved