Minggu, 12 April 2026

Berita Madiun

Korban Wana Wisata Grape yang Baru Ditemukan Tak Bisa Dikenali Keluarganya

Dua keluarga korban masih belum bisa mengenali jasad korban yang kondisi wajahnya penuh luka dan lebam.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Titis Jati Permata
surya/rahadian bagus
Orangtua Ramadhani (14), bernama Purwanto (40) memakai kemeja warna maroon melihat foto jasad korban yang ditunjukan oleh Kapolsek Wungu, AKP Nuryadi. 

SURYA.co.id | MADIUN - Jasad korban yang terseret banjir di Wana Wisata Grape yang ditemukan pada hari ketiga pencarian, Rabu (12/4/2017) pagi sekitar pukul 08.30 WIB belum bisa dikenali.

Dua keluarga korban masih belum bisa mengenali jasad korban yang kondisi wajahnya penuh luka dan lebam.

Orangtua Ramadhani (14), bernama Purwanto (40) saat ditemui di kamar mayat RSUD dr.Soedono belum bisa mengenali apakah jasad yang ditemukan pagi ini putra pertamanya.

"Saya belum bisa mengenali, kalau anak saya ada tanda lahir di selangkangan. Kami belum bisa memastikan kalau belum ada pemeriksaan sidik jari," kata ayah tiga anak ini.

Purwanto menuturkan, oleh pihak kepolisian dirinya diminta untuk membawa ijazah SD guna mencocokkan sidik jari jasad yang baru ditemuka itu.

Sementara itu, Waluyo, paman korban bernama Gandhi (13), juga belum bisa mengenali jasad korban.

Warga Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan ini belum berani memastikan jasad korban adalah keponakannya.

"Bentuk wajahnya, dari potongan rambur dan jari tangannya mirip. Tetapi, kami belum berani memastikan seratus persen itu Gandhi," katanya.

Dikatakannya, pihak kepolisian meminta dirinya untuk memanggil orangtua Gandhi, Supriadi (39) dan Sriatun (34) untuk mengenali jasad korban.

Hingga berita ini dikirimkan, jasad korban masih berada di kamar mayat untuk diidentifikasi oleh Tim Identifikasi Polres Madiun.

Sebelumnya, ada enam santri yang menjadi korban dalam musibah banjir di Wana Wisata Grape, Senin (10/4/2017) kemarin.

Enam siswa yang hanyut di antaranya, Ahsan Nurfuad (14) siswa kelas VIII, Hasmi (14) kelas VIII, Ma'arif Sachaf (13) Kelas VII, Adliyan (13) Kelas VII, Ramadhani (14) Kelas VIII, dan Gandi (13) Kelas VII.

Dari enam siswa tersebut, empat siswa santri sudah ditemukan dan diidentifikasi. Di antaranya Ahsan Nurfuad (14) siswa kelas VIII, dan Hasmi (14) kelas VIII, Muhammad Adliyan (13) siswa Kelas VII, dan Ma'arif Sachaf (13) Kelas VII.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved