Berita Surabaya

Tiap Universitas Dapat Kuota Berbeda Dalam SNMPTN, ini Daftarnya

Kemenristek Dikti telah menluncurkan kuota SNMPTN 2017. Bagaimana kampus-kampus di Jatim? Simak, ini daftarnya...

surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Ketua Panlok 50 Yuni Sri Rahayu (tiga dari kiri) beserta rektor dan wakil rektor PTN di Surabaya saat meluncurkan SBMPTN 2017, Selasa (11/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) telah meluncurkan kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 sebesar 30 persen dari total daya tampung pada setiap program studi. Jumlah tersebut berkurang 10 persen dibanding kuota tahun lalu.

Kendati demikian, setiap rektor diberikan kewenangan untuk menambah persentasenya sesuai dengan kekhasan masing-masing kampusnya. Kuota 30 persen adalah batas bawah yang harus dipenuhi PTN. Jumlah tersebut sama dengan batas bawah untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Negeri (SBMPTN).

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Moh Nasih mengungkapkan akan menjaga kuota SNMPTN dan SBMPTN tidak lebih dari 70 persen. Sebab, kuota sisa 10 persen tidak boleh dimasukkan pada jalur masuk mandiri.

“Kuota kami untuk SBMPTN sementara 2.000 orang, ini 30 persen. Nanti disesuaikan lagi antara SNMPTN dan SBMPTN. Dilihat dulu nilai pendaftar,pastinya akan kami ambil nilai yang bagus,”jelasnya dalam pembukaan pendaftaran SBMPTN Panlok 50 di Unesa kampus Lidah kulon, Selasa (11/4/2017).

Penetapan batas bawah untuk kuota ini juga dilakukan Unesa yang mentarget kuota 2.000 orang, dan UINSA 670. Sementara UPN telah memastikan kuotanya SBMPTN sebesar35 persen yaitu 950 orang.

SBMPTN tahun ini juga cukup penting di Unair, pasalnya hanya pendaftar SBMPTN yang bisa mengikuti seleksi mandiri. Sebab, tes masuk jalur mandiri akan ditiadakan dan mengambil nilai tes SBMPTN.

“ITS sudah kami putuskan untuk kuota SBMPTN 40 persen. Dan hasil tes SBMPTN juga akan jadi pertimbangan dalam jalur mandiri,” tambah wakil rektor 1 ITS, Prof Heru Setyawan.

ITS juga masih memakai nilai SBMPTN sebagai pertimbangan jalur mandiri. Sehingga untuk jalur mandiri akan dilakukan tanpabtes kecuali untuk yang prodgram studi desain.

Sementara Wakil Rektor UPN, Ramdan Hidayat menjelaskan akan menggunakan nilai SBMPTN pada penilaian jalur mandiri. Tapi hal ini tidak akan menghapus tes pada jalur mandiri.

“Nilainya diakumulasikan, besarannya yang masih kami pertimbangkan, kemarin rapat putusannya akan diberikan sekitar 50 persen nilai SBMPTN,”jelasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved