Breaking News:

Santri Hanyut di Sungai Grape

Pencarian Santri yang Hanyut Terseret Banjir Sungai Grape Diperluas Hingga Ngawi dan Bojonegoro

Upaya pencarian santri yang hanyut di Sungai Grape, Madiun, akan diperluas hingga Ngawi dan Bojonegoro. Inilah alasannya...

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Eben Haezer Panca
ist/instagram sonny_misdananto
Upaya pencarian dan evakuasi korban hanyut yang dibagikan oleh pengguna media sosial Instagram. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pencarian santri yang hanyut di Sungai Grape, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pada hari kedua, Selasa (11/4/2017) dihentikan sekitar pukul 16.00 WIB.

Rencananya, pencarian korban akan dilanjutkan kembali Rabu (11/4/2017) pagi dengan memperluas lokasi pencarian hingga Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Bojonegoro.

Perluasan lokasi pencarian dilakukan karena diduga jasad dua santri yang belum ditemukan, hanyut hingga wilayah Bojonegoro.

"Kalau dilihat dari temuan korban keempat yaitu di Sungai Bengawan Madiun, kemungkinan jasad terseret hingga Ngawi dan Bojonegoro," kata Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya, saat ditemui di Wana Wisata Grape, Selasa (11/4/2017) sore.

Dari enam santri yang terseret arus di Sungai Grape pada Senin (10/4/2017), empat di antaranya sudah ditemukan.

Terakhir, korban atas nama Maarif Sachaf (13), siswa kelas VII MTs Bani Ali Mursyad Magetan ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Madiun, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) beserta kepolisian di dua kabupaten itu terkait perluasan lokasi pencarian korban.

Agus menuturkan, sementara tim gabungan sebanyak 210 personel di wilayah Madiun masih akan melakukan pencarian di wilayah Sungai Bengawan Madiun, serta sepanjang aliran Sungai Catur atau Sungai Grape.

Sebab, lanjutnya, ada kemungkinan jasad korban masih tersangkut di batu-batuan atau di semak-semak yang ada di sepanjang aliran sungai.

Agus menyebut tidak ada kendala dalam pencarian korban. "Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pencarian korban," ujarnya.

Sementara itu, satu jasad yang ditemukan pada hari kedua langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUP dr Soedono di Kota Madiun. Setelah itu, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakaman. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved