Berita Ekonomi Bisnis
Luncurkan Perangkat Elektronik Berbasis Inverter, LG Bidik Kenaikan Penjualan Dua Digit
Ragam perangkat elektronik rumah tangga berbasis inverter itu dibenamkan dalam koleksi besar yang tersebar dari AC, lemari es, mesin cuci.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Mendekati bulan Ramadan dan Lebaran, PT LG Indonesia meluncurkan produk elektronik berbasis teknologi inverter. Dengan teknologi ini, produk elektronik rumah tangga ini, diklaim mampu hemat energi dan masa pemakaian yang lebih panjang.
Presiden Direktur PT LG Electronics Indonesia Jaeyoung Lee mengatakan, produk baru ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan LG Electronic hingga dua digit di tahun 2017.
"Tahun 2016 lalu memang pertumbuhan kami masih satu digit. Dengan teknologi baru ini, targetnya bisa tumbuh dua digit," kata Jaeyoung disela launching LG Inverter Series di Jakarta, Selasa (11/4/2017).
Ragam perangkat elektronik rumah tangga berbasis inverter itu dibenamkan dalam koleksi besar yang tersebar dari AC, lemari es, mesin cuci hingga perangkat masak elektronik micro wave oven.
"Kehadiran koleksi ini dikatakan sekaligus menandai fokus perusahaan tahun ini yang bakal lebih ekspansif dalam pemasaran perangkat elektronik rumah tangga berbasis inverter," tambah Jaeyoung Lee.
Pilihan itu dibuat tak lepas dari keunggulan teknologi ini yang telah terbukti dan diakui lebih hemat listrik.
Di sisi lain, Langkah LG ini menurutnya sekaligus menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap kampanye hemat energi yang telah diinisiasi pemerintah Indonesia.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah telah menjalankan kampanye besar bertajuk Potong 10 persen sebagai gerakan yang bertujuan memperluas kesadaran terkait perilaku hemat energi.
Pemanfaatan teknologi inverter sebenarnya memang bukan hal baru bagi LG. Bahkan pabrikan perangkat elektronik konsumer berbasis di Korea Selatan ini termasuk rajin mempromosikan teknologi ini pada beberapa tahun belakangan di Indonesia.
Namun demikian, LG menyadari dengan hanya menawarkan penggunaan listrik lebih hemat ternyata tak cukup menarik perhatian orang berpindah pada teknologi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lg-interter_20170411_211003.jpg)