Santri Hanyut di Sungai Grape

Orangtua Santri yang Hanyut di Sungai Grape Madiun tak Dapat Pemberitahuan Outbond

Orangtua salah satu santri yang hanyut di sungai Grape, Madiun, mengaku tak pernah mendapat info dari sekolah bahwa akan ada kegiatan outbond.

Orangtua Santri yang Hanyut di Sungai Grape Madiun tak Dapat Pemberitahuan Outbond
surabaya.tribunnews.com/Doni Prasetyo
enazah Ah Sahnul Fuad (14) siswa Madrasah Tsnawiyah (MTs) Bani Ali Mursyad Dusun Banaran, Desa Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, tiba di rumah duka, Senin (10/4-2017) sekitar pukul 20.00 WIB. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Ahmad Safii, warga RT 9/RW 2 Desa Waduk, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, orangtua salah satu korban hanyut di sungai Grape, Madiun, mengaku tak pernah menerima pemberitahuan adanya kegiatan outbond. 

Safii adalah orangtua atau wali santri Ah Sahnul Fuad (bukan Ahsan Nurfuad seperti diberitakan sebelumnya.red), salah satu korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. 

"Saya tidak tahu kalau anak saya mengikuti tafakur alam (outbound). Karena tidak ada pemberitahuan dari sekolah sebelumnya,"kata Ahmad Safii saat ditemui di kediamannya, Senin (10/4/2017).

Menurut Ahmad Safii, almarhum terakhir pulang kerumah sepekan lalu dan pamit akan mengikuti qatam Al Quran di Pondok Pesantren Bani Ali Mursyad yang terletak hanya beberapa ratus meter dari rumah orangtuanya ini.

"Dia jarang pulang ke rumah. Waktunya lebih banyak di habiskan di pondok. Jadi saya juga tidak tahu program apa yang diikuti anak saya itu,"jelas Ahmad Safii.

Ah Sahnul Fuad adalah anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Ahmad Safii dan Asmunatun. H

Dari empat anaknya tersebut, lanjut Safii, hanya Ahsan yang nyantri di Pondok Pesantren Bani Ali Mursyad Banaran. Ketiga saudaranya lebih memilih menempuh pendidikan di sekolah umum.

Dari enam korbam hanyut di sungai Grape, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dua diantaranya sudah ditemukan, Senin (10/4-2017) menjelang mahgrib.

Dua siswa korban yang ditemukan Ah Sahnul Fuad putra Ahmad Safii warga Desa Waduk, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dan Hasmi (14) putra Rahmat Wibowo, warga Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Sementara keempat korban lain belum ditemukan. Dari keempat korban yang belum ditemukan, tiga anak warga Kabupaten Magetan dan seorang anak warga Madiun

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved