Berita Sidoarjo

Gelar Reses, Komisi A DPRD Sidoarjo Panen Keluhan

Beberapa anggota komisi A DPRD Sidoarjo mengadakan reses ke beberapa wilayah. Tak disangka, ketika itu mereka mendapatkan banyak keluhan.Ini daftarnya

surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi e-KTP 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Beberapa anggota Komisi A DPRD Sidoarjo menggelar reses (menyerap aspirasi) warga ke beberapa wilayah Sidoarjo. Dari reses tersebut, anggota dewan mendapat banyak keluhan, mulai dari masalah E-KTP, pembangunan jembatan, hingga layanan kesehatan.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Ainun Jariyah, misalnya, mendapat keluhan warga permasalahan kependudukan. Saat menggelar reses di Tanggulangin, salah satu warga mengeluhkan anaknya yang kini berumur 20 tahun sama sekali belum memiliki KTP.

Padahal, warga tersebut sudah mengurus pembuatan KTP sejak anaknya berusia 17 tahun.
Menurut Ainun, hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. KTP merupakan hal fundamental sebagai warga negara.

"Akan saya teruskan temuan ini ke Dispendukcapil. Meski blanko E-KTP bermasalah, kalau sudah tiga tahun tak pernah jadi ini sudah tidak benar," kata Ainun, Senin (10/4/2017).

Sementara Wakil Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Matali, mendapat keluhan warga Wonoayu mengenai buruknya layanan kesehatan di puskesmas setempat, terutama bagi warga peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kelas III.

"Warga mengatakan dilayani kurang maksimal ketika akan berobat, setelah mengetahui pasiennya ikut JKN BPJS Kelas III," imbuh Matali.

Keluhan terkait hal itu paling banyak disampaikan warga. Pihaknya mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak puskesmas serta BPJS Sidoarjo untuk memperbaiki kinerjanya.

Sementara di Balongbendo, Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo, Saiful Ma'ali, mendapat keluhan warga Desa Penambangan terkait rusaknya jembatan penghubung antara desa tersebut dengan wilayah Waringin Anom Gresik.

Ma'ali menuturkan warga memerlukan jembatan itu untuk akses aktivitas mereka. Dijelaskan, warga Penambangan banyak yang bekerja atau berjualan ke wilayah Gresik melewati jembatan tersebut.
Kendati demikian, Ma'ali akan mengonfirmasi kepada Dinas PUPR terkait pengelolaan jembatan itu, apakah ditangani Sidoarjo atau bukan.

"Jika ditangani Sidoarjo, kami akan minta perbaikan segera," tandasnya.

Ma'ali menyatakan semua keluhan warga akan ia sampaikan ke masing-masing SKPD terkait untuk segera diselesaikan.

"Minggu ini kami berikan laporannya. Kalau diperlukan akan kami panggil SKPD terkait untuk hearing," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved