Selasa, 7 April 2026

Pemkot Surabaya

VIDEO - Gedung dalam Sengketa, Rumah Air PDAM Surabaya Jalan Terus

Pada Jumat (7/4/2017), rumah air PDAM Surabaya itu dibuka untuk umum sejak pekan ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin

Reportase : Fatimatuz Zahroh

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Meski dalam sengketa, aset PDAM Surya Sembada Kota Surabaya di Jalan Basuki Rahmat No 191–121 kini dipakai gedung edukasi.

Aset yang kini dilaporkan ke 22 lembaga hukum kenegaraan itu dimanfaatkan sebagai rumah edukasi keairan bagi warga Surabaya.

Pada Jumat (7/4/2017), rumah air PDAM Surabaya itu dibuka untuk umum sejak pekan ini.

Bangunan seluas 3791 meter persegi tersebut dibagi menjadi empat sekmen edukasi untuk masyarakat.

Yang pertama ada edukasi tentang ensiklopedia air. Termasuk tentang siklus air, dan juga asal air dari mulai bawah tanah, hingga polusi air.

Dengan dukungan gambar, keterangan yang sifatnya informtif dan juga model, warga yang berkunjung akan mudah paham dengan manfaat air.

Sekmen yang kedua adalah tentang milestone PDAM, bagaimana instalasi air di masa lalu, dan juga fungsi dari pompa air.

Sedangkan sekmen ketiga juga ada contoh sejumlah instalasi air yang dimiliki PDAM, dan termasuk meter air, dan juga alat-alat perpipaan yang digunakan oleh PDAM.

Sekmen terakhir ada perencanaan pembangunan instalasi air PDAM. Seperti zona air minum prima dan juga ada kran air siap minum.

Petugas PDAM pun siap menjadi guide bagi setiap pengunjung yang datang.

Direktur Operasional PDAM Surya Sembada Tatur Djauhari mengatakan, perusahaan sadar bahwa aset bangunan cagar budaya ini sedang bermasalah.

“Namun bukan berarti kami lalu membiarkan rumah ini jadi sepi seperti rumah hantu. Justru karena kita yakin aset ini adalah aset kita makanya kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat. Salah satunya membuka rumah air ini sebagai sarana edukasi,” ucap Tatur.

Menurutnya, gedung ini sudah dimanfaatkan jauh sebelum kantor PDAM pindah ke Jalan Dr Moestopo.

Kantor ini digunakan sebagai kantor utama pelayanan untuk pelanggan. Mulai untuk pembayaran rekening pelanggan sampai dengan melayani keluhan dari pelanggan.

“Sampai sekarang pun sebenarnya masih digunakan, yaitu kita pakai untuk mengisi mobil tangki air agar siap berangkat. Jadi bukan untuk tempat parkir sebenarnya, melainkan juga untuk pelayanan agar mobil tangki nggak harus berangkat dari IPAM Ngagel atau Karangpilang,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved