Berita Ekonomi Bisnis
Terminal Petikemas mulai Buka Bongkar Muat dengan Container Crane, begini Keuntungan Layanan ini
Satu persatu CC yang memiliki jangkauan hingga 16 row tersebut siap melayani kapal-kapal raksasa yang mampir di Pelabuhan Tanjung Perak.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - PT Terminal Petikemas Surabaya mulai melakukan bongkar muat container crane (CC) nomor 14. CC itu merupakan yang terbaru dan terbesar di dermaga internasional.
Sebagai tahap perdana, telah resmi memberikan layanan bongkar muat penuh untuk kapal CSCL Santiago berbobot 26.404 GT dan panjang 206m, berbendera Hongkong dengan kapasitas 2.500 TEUs.
Yon Irawan, President Director, bersama direksi lainnya mengawasi langsung di dermaga internasional kegiatan bongkar muat dengan CC terbesar di pelabuhan Tanjung Perak tersebut.
"Semoga kegiatan bongkar muat hari ini dapat berlangsung lancar, dan spreader twinlift dapat bekerja sesuai harapan sehingga dapat mempercepat kegiatan bongkar muat petikemas dari dan ke kapal," ungkap Yon, Rabu (5/4/2017).
Lebih lanjut, Yon mengungkapkan selain CC nomor 14 sudah mulai dioperasikan, pihaknya memiliki dua unit masih proses uji coba dan commissioning.
Dalam beberapa hari lagi satu persatu CC yang memiliki jangkauan hingga 16 row tersebut siap melayani kapal-kapal raksasa yang mampir di Pelabuhan Tanjung Perak.
"Besar harapan kami dapat menambah jumlah arus kapal-kapal internasional dengan rute langsung atau direct call, karena TPS mampu menangani kapal sekelas panamax dan post panamax," lanjut Yon
Dengan beroperasinya CC baru tersebut, secara otomatis akan menambah kinerja bongkar muat kapal akan lebih cepat. Saat ini, dermaga Internasional TPS dilengkapi dengan 10 CC untuk pelayanan petikemas internasional, dua unit CC masih dalam masa ujicoba.
Untuk dermaga domestik, dilengkapi dengan tiga unit CC. Tiga unit CC di TPS memiliki twin lift spreader sehingga mampu mengangkat petikemas 2 x 20 feet secara bersamaan.
“Kami berusaha untuk berinovasi dan memperbaiki kualitas layanan kepada pengguna jasa, diantaranya elektrifikasi semua CC yang ada di TPS agar lebih optimal. Target kami pertengahan tahun 2017 ini semua CC sudah menggunakan motor listrik agar mampu mendukung kinerja bongkar muat petikemas di TPS,” tambah M Solech, Public Relations PT TPS.
Saat ini, banyak kapal yang memilih langsung atau direct call dari TPS dengan tujuan antara lain Filipina, China, Jepang sudah rutin sandar di TPS.
"Ini menunjukkan bahwa kalau ekspor barang lewat jalur laut tidak harus melalui Singapore lagi namun bisa langsung dengan harapan biaya logistik turun," jelas Solech.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/container-crane_20170405_194008.jpg)