Senin, 13 April 2026

Sambang Kampung

Kampung Nelayan Akan Dibuatkan Tanggul, Namun Bukan Pemecah Ombak

Meski kebutuhan utama warga kampung nelayan di Kedung Cowek adalah tempat penjemuran ikan, Pemkot Surabaya lebih memilih bangun tanggul. Alasannya...

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Nelayan kampung Cumpat, Surabaya menjemur ikan hasil melaut bebrapa waktu lalu. Nelayan di kawasan itu mengeluhkan tempat menjemur ikan yang sempit dan kurang luas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Camat Bulak, Suprayitno, menjawab keluhan warga kampung nelayan Kedung Cowek yang meminta tempat menjemur ikan.

Menurut Suprayitno, keinginan itu sebenarnya sudah diakomodir oleh pemerintah Kota Surabaya. Di Kedung Cowek sudah ada tempat menjemur ikan yang terpusat di satu lokasi.

"Itu malah besar dan luas sampai 20 meter kali 50 meter persegi. Tapi nelayan sebanyak 600 orang di sana kadang memang masih suka berebut memakai tempat menjemur ikan itu," kata Suprayitno, Jumat (31/3/2017).

Karena lokasinya terpusat, nelayan tidak mau jauh-jauh ke lokasi penjemuran ikan dan lebih memilih menjemur di sekitar tempat tinggal mereka sendiri, termasuk memanfaatkan jalanan kampung ataupun atap rumah. Maklum kawasan perkampungan nelayan di sana memang tergolong padat dan rapat.

"Selain itu, tempat menjemur ikan yang kita sediakan itu juga sebagian dipakai oleh nelayan untuk gudang meletakkan jaring melaut. Itu kan memakan space. Walaupun itu memang bermanfaat namun kan seharusnya bisa dipakai untuk menjemur ikan juga seandainya ditata rapi," ucapnya.

Dalam waktu dekat memang belum akan ada rencana pelebaran tempat menjemur ikan. Justru program pemkot yang akan menyentuh kampung nelayan adalah program pembuatan tanggul.

"Kemarin saya baru saja menghadap ke Bappeko untuk membicarakan soal tanggul. Tanggul ini dibangun agar kampung nelayan Kedung Cowek tidak terkena ombak saat pasang," ucap Suprayitno.

Sebab selama ini yang jadi keluhan, jika ada hujan besar disertai angin, rumah hingga atap mereka selalu diterjang ombak. Bahkan perahunya sampai rusak dan hanyut.

"Kalau nggak segera dibangun kan bahaya dan kasihan warga kampungnya. Insyaalllah dalam tahun ini tanggul itu akan dibangun. Namun saya masih belum diinfokan kapan waktu tepatnya," imbuh Suprayitno.

Tanggul yang akan dibangun desainnya akan sama dengan yang sudah ada di kampung warna warni Bulak. Yaitu bentuknya seperti tangga dekat permukiman.

"Ini tanggul, belum pemecah ombak. Kalau pemecah ombak yang ada di tengah laut belum. Kabarnya ada program dari Pemprov yang akan bantu bangunkan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved