Hukum Kriminal Surabaya

KY Jatim Pantau Sidang Dugaan Penyekapan oleh Kakak Adik, Ruangan Dipasang CCTV, ini Hasilnya

"Kami lakukan dua surat somasi dan diterima langsung oleh saudara Adjie Chendra. Namun tidak ada respons secara tertulis dan mereka mempersilahkan."

KY Jatim Pantau Sidang Dugaan Penyekapan oleh Kakak Adik, Ruangan Dipasang CCTV, ini Hasilnya
saline county arkansas
ilustrasi persidangan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Yudisial (KY) penghubung Jatim memantau jalannya sidang dugaan penyekapan dilakukan kakak beradik, Gunawan Selamet dan Widia Selamet di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/3/2017).

Tiga anggota KY yang memantau sidang berlangsung di ruang Kartika I memasang kamera.
Tujuannya untuk mengetahui jalannya persidangan dengan agenda kesaksian Soenaryo, mantan kuasa hukum orang tua terdakwa (Teguh Selamet) dihadirkan JPU Ririn Indrawati SH.

Sesuai kesaksian saksi Soenaryo, setelah mendapat kuasa, langsung mengambil langkah dengan memberikan surat somasi dan memberitahuan untuk mengosongkan tanah.

"Kami lakukan dua surat somasi dan diterima langsung oleh saudara Adjie Chendra. Namun tidak ada respons secara tertulis dan mereka mempersilahkan," tutur Soenaryo.

Ketika pemasangan spanduk dan penggembokan pagar, Soenaryo mengaku bertemu dengan saudara Adjie Chendra dan dia tidak ada upaya pencegahan dan mengizinkan.

"Dari dasar itu, kami menilai tidak ada unsur melanggar hukum," tambahnya.

Disinggung terkait adanya orang yang disekap dalam rumah karena tidak bisa keluar serta istri Adjie Chendra yang sakit hingga tidak bisa berobat, saksi Soenaryo membantahnya.

"Sebelum digembok, kami melihat ibu Suryani istri dari saudara Adjie Chendra keluar mengendarai mobil. Kalau memang sakit, seharusnya tidak bisa mengemudi dengan baik," jelas Soenaryo.

Usai sidang, Ali Sakduddin, bagian Pemantauan KY Jatim, menjelaskan kehadirannya dalam sidang ini, merupakan tugas dari KY Pusat. Karena ada pengaduan dari kuasa hukum terdakwa Gunawan Selamet dan Widia Selamet.

"Dalam pengaduannya dijelaskan bahwa majelis hakim dalam perkara ini kerap menyidangkan secara tidak objektif dan membatasi hak-hak pihak terdakwa," terang Sakduddin.

Halaman
123
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved