Profil

Henny Fransisca: Oknum Rakyat

“Paling tidak nantinya anak cucu tidak lagi hidup di lingkungan yang kotor. Hidupnya pun lebih teratur,” tegas owner Dapur Iga Sidoarjo ini.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
surya/ahmad pramudito
Henny Fransisca 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penggusuran kawasan untuk proyek tertentu perlu sosialisasi secara intens sehingga tidak menimbulkan reaksi negatif dari warga yang terkena gusur.

Sosialisasi pada warga harus memberi penekanan bahwa pengalihan fungsi kawasan itu akan berdampak positif baik pada warga yang terkena gusur maupun kawasan yang beralih fungsi.

“Memang bagaimana pun akan dirasa kurang saja oleh masyarakat yang terkena penggusuran. Meski sudah diberi ganti rugi reaksi negatif sangat dimungkinkan,” ujar Henny Fransisca, Kamis (30/3/2017).

Karena itu, lanjut Henny, saat sosialisasi harus bisa menyadarkan warga setempat bahwa pengorbanan yang mereka lakukan akan memberi pengaruh baik pada anak cucu.

“Paling tidak nantinya anak cucu tidak lagi hidup di lingkungan yang kotor. Hidupnya pun lebih teratur,” tegas owner Dapur Iga Sidoarjo ini.

Ditekankan Henny, hidup di kota besar seperti Surabaya, warganya harus siap menghadapi segala kemungkinan, terutama yang ada kaitannya pengembangan kota menjadi lebih baik. Henny lalu menyebut kondisi Dubai dan Kuala Lumpur sebagai pembanding.

Di dua kota yang sempat ditinggali selama sekitar tiga tahun itu, Henny mengaku perumahan penduduk memang berkembang ke atas, bukan ke samping.

“Jarang banget atau bahkan nggak ada rumah di pusat kota. Kalau pun ada bentuknya aparteman dan rusun,” paparnya.

Menurut Henny, konsekuensi harga tanah yang makin mahal membuat pembangunan rumah berkembang ke atas.

“Sejauh yang saya amati, pengalihan fungsi itu nyaris tidak ada karena warga sudah memaklumi,” tutur perempuan kelahiran Surabaya, 2 April ini.

Kalau pun terjadi dampak negatif akibat pengalihan fungsi lahan itu, diyakini Henny dilakukan oleh oknum.

“Oknum itu bisa rakyat atau pemerintah yang memberi reaksi kurang baik,” imbuhnya.

Sarjana Politik FISIP Universitas Airlangga Surabaya ini juga mengingatkan agar di kawasan rumah susun (rusun) itu nantinya diberlakukan konsep rumah hijau dan ramah lingkungan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved