Breaking News:

Berita Pendidikan Surabaya

Dari Ekstrakurikuler, Pelajar SD Muhammadiyah Juarai Kompetisi Robot Level Asia

Dua pelajar SD Muhammadiyah 4 Surabaya berhasil membawa pulang tropi juara dalam kompetisi robot di Singapura.

surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya, M Syahrazif Abyan Reswana (Kiri) dan Ilham Wandya (kanan) saat mengatur program komputer mereka yang berhasil memenangkan Robocup Singapore Cup 2017 di Laboratorium sekolah, Kamis (30/3/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya, berhasil menggondol tropi juara dalam ajang Robotika Cup 2017 di Singapura, pekan lalu. 

Siswa kelas 6, Syahrazif Abyan Reswana dan Ilham Wandya siswa kelas 5 tergabung dalam satu tim dan unggul hingga meraih nilai tertinggi dalam kategori robot resque.   

Robot penyelamat yang dilombakan menuntut kecepatan dan keakuratan dalam memasukkan bola sebagai simulasi korban.

“Robotnya sama bentuknya, cuma programnya yang diubah. Saya mengubah kecepatan robot yang standarnya 100 menjadi 150. Jadi lebih stabil,” jelas Razif, sapaan Syahrazif Abyan Reswana pada SURYA.co.id, Kamis (30/3/2017). Selain itu, ia juga mengatur pilihan belok robot saat bertemu rintangan.

Bertemu dengan pesaing di Asia membuatnya cukup grogi. Untungnya, ia dan ilham cukup kompak dalam menghadapi masalah error robot.

“Ada errornya, seperti programnya belok kanan dia (robot) malah belok kiri,”ujar bocah yang ingin membuat robot manusia ini.

Ilham menambahkan, dari 3 babak lomba. Timnya berhasil menuntaskan semua penilaian dengan baik. Bahkan berhasil mendapatkan poin tambahan karena bisa menuntaskan penyelamatan dengan mengambil semua bola.

“Karena juara 1, sekarang kami siap-siap latihan buat ikut kejuaraan dunianya di Jepang,”pungkasnya.

Sementara itu, Endik Setyawan, penanggung jawab ekstrakurikuler Robotika mengungkapkan dari 110 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler robotika,  sembilan diantaranya mengikuti lomba di Singapura.

Lomba tersebut merupakan lomba awal untuk bisa mendapat tiket melanjutkan ke kejuaraan dunia.

“Secara umum robot resque ini sama saja, penyempurnaan buatan kakak kelas mereka. Tetapi mereka berinovasi dengan mengatur ulang programnya,”jelasnya.

Ia menjelaskan, robot harus mampu melewati garis, obstacle atau rintangan berupa halangan balok,tabung. Dan mereka harus bisa mengambil bola di daerah korban, sehingga bisa memperoleh nilai maksimal.

“Kesulitannya memang memprogram setiap sesi dengan penilaian yang berbeda. Nilai tertinggi yang dapat juara,” lanjutnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved