Berita Kampus Surabaya

Unair Rekrut Peneliti Se-Indonesia Untuk teliti Vaksin

Universitas Airlangga (Unair) akan merekrut peneliti di Indonesia untuk meneliti vaksin flu burung.

Unair Rekrut Peneliti Se-Indonesia Untuk teliti Vaksin
surabaya.tribunnews.com/Habibur Rohman
Ketua Avian Influenza Research Centre (AIRC) Unair, Prof CA Nidom pada Simposium "Swiss-Indonesia Vaccine Formulation" di Kampus C Unair Surabaya, Rabu (29/3/2017). Kegiatan bersama dua universitas asal Swiss, yakni University of Lausanne dan University of Geneva berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan vaksin baru untuk flu burung. Program ini diperoleh Unair setelah mengajukan riset pada WHO. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) akan merekrut peneliti di Indonesia untuk meneliti vaksin flu burung.

“Ada 15 orang dari Unair yang tergabung dalam penelitian ini, ada juga dari Aceh dan wilayah lain. Mereka bisa meneliti di lab mereka tetapi disinkronkan dengan kami,” ungkap Ketua Avian Influenza Research Centre (AIRC) Unair, Prof CA Nidom di sela Simposium yang bertajuk "Swiss-Indonesia Vaccine Formulation Symposium" di kampus C Unair, Rabu (29/3/2017).

Dikatakannya, melalui simposium yang diadakan hingga Kamis (30/3/2017), diharapkan akan lebih banyak menatik minat peneliti vaksin. Sebab, vaksin yang ditemukan diharapkan bisa menemukan formula yang ideal.

“Rencananya, vaksin kami akan memakai teknologi nanopartikel. Sehingga jangka pemberian vaksin tidak perlu berulang kali,” lanjutnya.

Perwakilan dari Universitas of Lausanne Swiss, Nicolas Collin PhD mengatakan kampusnya adalah Universitas yang sejak 2010 ditunjuk oleh World Health Organisation (WHO) untuk pengembangan vaksin.

Vaksin yang dikembangkan di Indonesia diharapkan bisa menyesuaikan permintaan masyarakat dan pemerintah.

“Kami akan mengirimkan peralatan, saat kami mengadakan pelatihan di laboratorium kami di Swiss, di Unair juga akan melakukan hal serupa,”jelasnya.

Terkait hasil vaksin yang dibuat, akan diserahkan sepenuhnya pada pemerintah Indonesia. Apakah akan dikomersialkan atau tidak. Sebab, riset ini merupakan aplikasi dari kinerja para peneliti yang fokus pada pengembangan vaksin.

Dia menjelaskan, kolaborasi ini seputar isu-isu global seperti halnya flu burung. Jika nantinya ini berhasil, maka akan pihaknya akan meningkatkan lagi ke isu global lain yakni ebola.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved