Selasa, 14 April 2026

Sambang Kampung

Inilah Alasan Transportasi Tambangan di Wonokromo Masih Eksis

Di kampung Wonokromo, masih eksis sampai kini para pemberi jasa transportasi tambangan. Inilah alasan mereka tetap eksis hingga kini...

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Perahu tambangan yang beroperasi di gang pasir kelurahan Wonokromo,Kecamatan Wonokromo, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perahu tambangan di kawasan Wonokromo menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Surabaya. Jasa transportasi yang terbilang tradisional tersebut masih bertahan. Keberadaannya juga tidak bisa dihentikan karena kebutuhan masyarakat yang masih cukup banyak.

Camat Wonokromo, Tomi Ardiyanto mengungkapkan selama ini telah memberikan himbauan pada penambang. Imbauan tersebut menurutnya masih bersifat nonformal untuk menjalin kedekatan dengan warga. Yaitu dengan meminta dijaganya keamanan perahu, penumpang dan tali besi tambangan.

“Kalau debit sungai tinggi dan hujan deras,kami minta tidak melayani penumpang dulu. Karena kalau sedang deras itu biasanya pintu air sungai di buka,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan dan minat masyarakat terhadap tambangan masih tinggi sehingga tambangan di wilayah Pulo Wonokromo, gang pasir hingga Gunung Sari masih bertahan.

Selain menjada budaya tradisional masyarakat, keberadaan tambangan dimanfaatkan untuk ikut mengawasi warga di pinggir sungai. Sebab, pernah ada kejadian anak yang terjatuh dari pohon di sekitar sungai.

“Kami arahkan petugas tambangan mengingatkan anak-anak untuk tidak main di sekitar sungai. Karena plengsengannya sungai hanya 500 meter dari jembatan Wonokromo,” jelasnya.

Dengan tidak melarang tambangan, menurutnya keberadaan tambangan bisa dimanfaatkan untuk mengawasi kondisi sungai agar tidak tercemar. Sehingga bisa saling mengawasi keadaan lingkungan Wonokromo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved