Sambang Kampung

Kampung Peneleh: Dapat Julukan Kampung Pahlawan, Rekam Sejarah Era Kemerdekaan

“Rumah ini sekarang sudah banyak dikunjungi turis juga dari luar negeri. Istri Bung Karno yang dari Jepang juga pernah datang."

Kampung Peneleh: Dapat Julukan Kampung Pahlawan, Rekam Sejarah Era Kemerdekaan
surya/habibur rohman
Kampung Peneleh Gang VII ini di antaranya terdapat kediaman HOS Tjokroaminoto, Perpustakaan, Makam Mbah Panjang dan Makam Mbah Singo. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Kampung Peneleh di Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng memiliki potensi wisata yang besar.

Kampung lawas ini memiliki spot wisata yang bernilai historical tinggi. Mulai kediaman HOS Tjokroaminoto, rumah kelahiran Bung Karno, masjid tertua peninggalan Sunan Ampel, toko Buku Peneleh, hingga makam Belanda.

Ana Riana Ketua RT 2 RW 4 di Jalan Peneleh Gang VII Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng mengatakan, kampung Peneleh mulai ramai dikunjungi oleh warga dari Surabaya maupun luar Surabaya sejak tahun 2009.

Saat rumah HOS Tjokroaminoto mulai ditemukan memiliki nilai sejarah. Lantaran sebagai rumah belajar para tokoh pemuda perintis kemerdekaan termasuk Soekarno.

“Sebelumnya, ahli waris rumah HOS Tjokroaminoto ini yang juga ayahnya artis Maia Estianti, menitipkan kunci rumahnya ke seseorang. Lalu rumah ini sempat dijadikan kos-kosan,” ucap Ana, Selasa (28/3/2017).

Namun seteleh ditelisir lebih jauh dan ternyata ahli warisnya mengungkap nilai sejarah rumah dua lantai itu ternyata tinggi, maka orang banyak datang ke kampungnya untuk belajar sejarah. Rumah HOS Tjokroaminoto tersebut banyak sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

“Rumah ini sekarang sudah banyak dikunjungi turis juga dari luar negeri. Istri Bung Karno yang dari Jepang juga pernah datang untuk melihat rumah HOS Tjokroaminoto ini,” lanjut Ana.

Dari segi bangunan, rumah ini dijaga outentiknya. Di lantai satu ada empat ruangan terbuka. Satu ruang tamu, satu kamar HOS Tjokroaminoto, dan satunya lagi kamar Bung Karno. Lalu ada dapur di bagian belakang dan ada tangga menuju lantai dua yang isinya los. Ruang itu kerap dipakai Bung Karno untuk melakukan rapat.

Ana menyebutkan dalam sebulan kunjungan wisatawan ke kampung Peneleh untuk meninjau rumah HOS Tjokroaminoto dan juga rangkai spot wisata sejarah itu ada sekitar 50 kunjungan. Ada yang rombongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, ada pula yang mandiri.

“Kebanyakan justru dari yang bukan rombongan,” ulas ibu dua anak ini.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved