Berita Surabaya

Inil Alasan Dua Pelaku Menghabisi Sopir Taksi Online di Kenjeran

Ronny menjelaskan, kedua pelaku yang merupakan teman akrab berangkat dari Kediri naik bus ke Terminal Bungurasih.

Inil Alasan Dua Pelaku Menghabisi Sopir Taksi Online di Kenjeran
surya/fatkhul alamy
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno dan tersangka CRW (pakai baju tahanan) saat di Mapolres, Minggu (26/3/2017). 

Kondisi mobil korban Denny masih baru. Inilah yang membuat kedua pelaku tertarik dan memutuskan untuk merampas dengan cara membunuh sang sopir.

Korban Denny dibunuh di dalam mobil dalam posisi kendaraan berjalan.

"Sebelum dibunuh, pelaku meminta ke korban supaya laju kendaraan diperlambat ketika berada di kawasan Kenjeran. Setelah dihabisi dengan 46 tusukan pakai pisau, jenazah dibuang di jalan Larangan Kenjeran, Kamis (23/3/2017) dini hari," tutur Ronny.

Terbongkarnya kedua pelaku ini, kata Ronny, setelah polisi menelusuri pemesan taksi online yang dikemudikan korban Denny.

Hasilnya, diketahui pelaku MKF yang kebetulan oknum anggota TNI AL.

"Kami bekerjasama dengan Pomal untuk menangkap pelaku berinisial MKF ini dan dalam waktu kurang dari 1x24 jam setelah kejadian, sudah ditangkap.

Untuk pelaku TNI AL, kata Ronny, ditangkap lebih dulu di Surabaya pada Jumat (24/3/2017).
Proses hukum diserahkan ke kesatuan TNI AL.

"Kami menangani proses hukum satu tersangka CRW yang ditangkap di Alun-alun Kediri, Sabtu (25/3/2017)," terang Ronny.

Saat ini barang bukti mobil Xenia tahun 2016 L 1620 MS diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Di dalam mobil itu, banyak noda darah di jok depan dan tengah.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo menambahkan, dua tersangka sudah merencanakan melakukan perampasan mobil dengan cara membunuh sopir sejak dari Kediri.

Halaman
123
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved