Berita Malang Raya

VIDEO - Berpura-pura Jual Tempe, Padahal Jual Sabu-sabu

Seorang penjual tempe di Turen, Kabupaten Malang, diringkus polisi karena juga menjual narkoba jenis sabu-sabu.

SURYA.co.id | MALANG - Jualan tempe sambil jual Shabu, Rudianto (39) warga desa Talok kecamatan Turen kabupaten Malang dimasukkan bui. Ini setelah dia tertangkap Satreskoba Polres Malang bersama barang bukti 22,39 gram shabu dan sejumlah plastik kemasan poket shabu, bekas bungkus rokok, handphone dan sebagainya.

Kasatreskoba Polres Malang, AKP Syamsul Hidayat menjelaskan, aktivitas penjualan poket shabu dari tersangka cukup jeli. Berkedok jualan tempe keliling, tersangka mendatangi para pemesan dan mengirimkan poket shabu langsung ke tempatnya. Mulai dari wilayah kecamatan Turen, Gondanglegi hingga kota Kepanjen Malang.

"Modus tersangka itupun bisa kami ungkap berdasar informasi masyarakat. Dan tersangka kami tangkap bersama barang bukti shabu serta lainnya," kata Syamsul Hidayat, Jumat (24/3/2017).

Tersangka, dikatakan Syamsul Hidayat, dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara tersangka Rudianto mengaku menjual shabu sambil jualan tempe keliling sejak sepuluh bulan lalu. Hal itu dilakukan setelah dirinya terbelit hutang di salah satu bank mencapai Rp 100 juta.

"Sebulannya saya harus bayar angsuran Rp 11 juta. Kalau hanya jualan tempe tidak bisa untuk bayar angsuran di bank," kata Rudianto di Mapolres Malang.

Dijelaskan Rudianto, dirinya terbelit hutang di Bank karena melakukan pinjaman. Uang tersebut digunakan sebagai modal usaha jualan kembang api dan jajanan lebaran. Namun usahanya tersebut mengalami kebangkrutan.

Untuk membayar angsuran pinjaman di bank awalnya dibantu oleh orang tuannya. Tapi akhirnya orang tuanya tidak kuat lagi memberikan uang untuk membayar angsuran hutang di bank. Selanjutnya untuk membayar uang angsuran dari mencari pinjaman ke saudara, kerabat keluarga, dan teman. Akan tetapi lama kelamaan mereka tidak memberi pinjaman uang.

"Akhirnya kami terima tawaran teman asal Bululawang untuk menjual shabu sambil jualan tempe keliling," ucap Rudianto.

Dari jualan shabu itu, tambah Rudianto, dirinya mendapatkan bagian Rp 200 ribu dari hasil setiap penjualan 1 gram shabu seharga Rp 1,5 juta. Penjualan shabu tersebut dilakukan setiap hari ke sejumlah pemesan.

"Kami tidak tahu lagi setelah tertangkap polisi. Kami memang salah jualan shabu," tutur Rudianto yang menyesali perbuatanya tersebut. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved