Berita Banyuwangi

Jelang Penilaian Akreditasi, RSUD Blambangan Banyuwangi Undang Tim Akreditasi Independen.

RSUD Blambangan di Banyuwangi sengaja mengundang tim akreditasi independen untuk "latihan" sebelum benar-benar diakreditasi pada Juni 2017 mendatang.

Penulis: Haorrahman | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Haorrahman
RSUD Blambangan di Kabupaten Banyuwangi. 

SURYA.co.id | B ANYUWANGI - Jelang penilaian akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), pada Juni 2017 mendatang, RSUD Blambangan Banyuwangi mendatangkan tim akreditasi independen.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi target penilaian paripurna yang merupakan nilai tertinggi dari KARS. 

Selama tiga hari, sejak 20-23 Maret 2017, tim akreditasi independen tersebut melakukan evaluasi dan penilaian di RSUD Blambangan.

Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik mengatakan, ibarat KARS adalah ujian nasional, maka sebelum ujian pihaknya melakukan simulasi atau try out agar nilai ujiannya baik.

"Kami mendatangkan tim akreditasi independen, untuk melihat dan mengevaluasi kekurangan RSUD Blambangan. Sehingga, selama tiga bulan ke depan kami bisa membenahi apa kekurangannya," kata Taufik, Kamis (23/3/2017).

Taufik mengatakan tim independen ini juga merupakan anggota KARS. Namun bukan mereka yang nantinya akan memberikan penilaian pada RSUD Blambangan, Juni mendatang.

Dalam penilaian KARS ada empat penilaian. Tertinggi paripurna, selanjutnya utama, madya, dasar, dan pratama.

Taufik mengatakan, pihaknya menargetkan bisa meraih predikat paripurna.

Untuk meraih predikat paripurna bukanlah hal mudah. Harus ada 15 pokja akreditasi yang dipenuhi. 15 pokja tersebut adalah sasaran keselamatan pasien (SKP), hak pasien dan keluarga (HPK), pendidikan pasien dan keluarga (PMKP), milenium development goal's (MDG'S), akses pelayanan dan kontinuitas pelayanan (APK).

Selain itu, assesment pasien (AP), pelayanan pasien (PP), pelayanan anestesi dan bedah (PAB), manajemen penggunaan obat (MPO), manajemen komunikasi dan informasi (MKI), kualifikasi dan pendidikan staf (KPS), pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), tata kelola, kepemimpinan dan pengarahan (TKP), serta manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK).

"Kalau paripurna nilainya minimal 80. Kami targetkan bisa di atasnya," kata Taufik.

Ketua tim surveyor dr Samsul Arifin mengatakan, Banyuwangi sudah saatnya memiliki rumah sakit terakreditasi paripurna. Apalagi RSUD Blambangan sudah naik kelas menjadi tipe B.

"Banyuwangi saat ini terus maju. Kepala daerahnya memiliki komitmen dan terus berinovasi. Apalagi Banyuwangi menjadi daerah wisata. Sudah saatnya memiliki rumah sakit akreditasi paripurna," kata Samsul, yang juga merupakan direktur Rumah Sakit Islam Surabaya itu.

Dengan akreditasi paripurna menurut Samsul, akan menambah kepercayaan publik. Asuransi-asuransi kesehatan internasional akan masuk ke rumah sakit tersebut.

"Banyuwangi banyak didatangi wisatawan asing. Apabila sudah terakreditasi paripurna, mereka mau menggunakan fasilitas di RSUD Blambangan," kata Samsul. ‎

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved