Breaking News:

Pemkot Surabaya

Layanan Loket Akta Kelahiran dan Kematian di Siola Ditutup, ini Alasannya

"Target kami, tahun ini loket layanan akta kelahiran di Siola tutup," ujar Kadispenduk Suharto Wardoyo.

surya/ahmad zaimul haq
ANTRE - Warga antre layanan dokumen kependudukan di Dispendukcapil, Gedung Siola, Rabu (31/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya akan menutup layanan pembuatan data kependudukan di kantor Dispenduk Capul Gedung Siola bakal ditutup.

Perlahan di kantor layanan pembuatan akta kelahiran, akta kematian, pindah keluar, pindah datang, pencatatan perkawinan, sekaligus pencatatan pencarian ditiadakan di Gedung Siola.

"Target kami, tahun ini loket layanan akta kelahiran di Siola tutup. Semua layanan ini akan dialihkan secara online," kata Kepala Dispenduk Capil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, Senin (20/3/2017).

Perlahan, semua layanan dokumen kependudukan itu akan dilayani secara online.

Namun yang lebih dulu layanan online secara penuh adalah akta kelahiran.

Sejak diluncurkan layanan online akta kelahiran dan kematian di Dispenduk Capil sejak 2015 lalu, mulai banyak warga Surabaya yang antusias.

Untuk layanan akta Kelahiran mencapai 50 persen lebih. Dari total kelahiran 58.994, sebanyak 37.629 sudah memanfaatkan layanan online.

Namun, antusiasme warga untuk memanfaatkan layanan online akta kematian masih rendah.

Dari total Kematian sebanyak 24.631 yang mau mengurus secara Online 2.189.

Begitu juga untuk layanan Lampid (lahir mati pindah dan kawin) lainnya, yakni pindah tempat dan kawin serta cerai masih rendah.

Warga masih enggan mencatatkan mereka selain kelahiran dan kematian secara online.

"Perlahan harus didorong," lanjut Suharto.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved