Lapor Cak

Warga Keluhkan Kemacetan di Bottle Neck FR A Yani antara Royal Plaza dan RSI

Tidak hanya itu, di titik tersebut juga ada perlintasan kereta api yang sering membuat antrean panjang kendaraan.

Warga Keluhkan Kemacetan di Bottle Neck FR A Yani antara Royal Plaza dan RSI
surya/ahmad zaimul haq
Suasana lalu lintas di FR A Yani depan RSI Wonokromo yang sering dikeluhkan pengguna jalan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Surabaya mengeluhkan kondisi macet di bottle neck ujung frontage road (FR) di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sebelah Royal Plaza dan RSI Ahmad Yani.

Pantauan Surya, hingga saat ini, kondisi penyempitan jalan di sana masih menjadi sumber kepadatan kendaraan dari arah selatan menuju tengah Kota Surabaya.

Selain adanya penyempitan jalan, di sana juga ada persimpangan atau crossing dari arah Jalan Mayangkara ke jalan Wonokromo dan ke arah Ketintang. Persimpangan itu dipisah lampu traffic light.

Tidak hanya itu, di titik tersebut juga ada perlintasan kereta api yang sering membuat antrean panjang kendaraan.

Hakki Baharudin (26) warga Dukuh Menanggal mengaku selalu kesal ketika melintas jalan tersebut. Ia membutuuhkan waktu cukup lama untuk bisa melintas di persimpangan.

“Lumayan lama di sini. Pas kena lampu merah gitu aja sudah lama, (lampu traffic light warna) hijaunya cuman sebentar,” keluh Hakki.

Hakki yang juga pekerja di sebuah mal ini mengaku sering terjebak macet di sana setiap pagi. Kondisi itu diperparah ketika kendaraan cukup padat, membuat ia terkena lampu merah tidak hanya sekali.

“Biasanya sampai dua atau tiga kali. Jarang kalau pagi sekali hijau bisa lewat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Syarifah (33). Ibu dua anak yang bekerja di perusahaan daerah air minum (PDAM) ini mengaku pernah telat masuk ke kantor gara-gara macet di titik tersebut.

Menurutnya, perjalanan paling lama melintas di bottle neck FR itu. Berhentinya lama, mungkin karena sempit ya jalannya makanya gentian.

“Ada kereta juga,” ujarnya saat ditemui sedang berbelanja di toko swalayan di RSI Ahmad Yani.

Ia berharap lebar jalan di perlintasan tersebut bisa selebar jalan frontage road sisi barat segera ditambah. Hal itu agar tidak menjadi titik kemacetan baru.

“Padahal kalau sudah dari frontage sudah lancar, tapi kejebaknya di sini,” ulasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved