Liga Indonesia
Menang 1-0, Pelatih Persebaya Sebut PSIS Bermain 'Parkir Bus'
Meski menang 1-0, Pelatih Persebaya tak puas dengan laga ujicoba lawan PSIS Semarang. Sebabnya, lawan tersebut main ala Parkir Bus.Ini maksudnya...
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Pertandingan ujicoba Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/3/2017) berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya.
Gol tersebut berasal dari eksekusi tendangan penalti Rachmat Irianto dimenit ke-83.
Sejak babak pertama, kedua tim sudah jual beli serangan. PSIS Semarang yang notabene menjadi tim tamu dan tampil dihadapan puluhan ribu suporter Persebaya 'bonek', tampak tak canggung mengobrak-abrik pertahanan Persebaya.
Terbukti sejak awal babak pertama Johan Yoga Utama dkk beberapa kali meneror dan nyaris menjebol gawang Persebaya yang dijaga Dimas Galih.
Sementara itu, Persebaya Surabaya nampak tampil percaya diri. Meski sering kali gagal saat mengoper bola antar pemain, namun tim asuhan Iwan Setiawan tersebut berhasil memperoleh peluang emas dimenit ke-30.
Peluang tersebut berasal dari tendangan bebas yang dieksekusi oleh Ridwan Awaluddin. Tendangan yang mengarah keras ke mistar gawang atas PSIS tersebut membentur tiang bawah.
Beberapa penonton menilai bola tersebut masuk ke gawang PSIS yang dijaga oleh Aji Bayu Putra, sementara dalam tayangan ulang di layar stadion, tampak bahwa bola tersebut memang telah melewati garis gawang, namun wasit yakni Prasetyo Hadi menilai tidak terjadi gol.
Sementara itu, dinilai tak ada perkembangan dalam segi permainan dan serangan hingga menkt akhir babak pertama, Iwan Setiawan akhirnya menarik Bijahil Chalwa, mantan pemain Bhayangkara FC (BFC) ini ditarik tepat pada menit ke-44 dan digantikan oleh Rachmat Afandi.
Masuknya Rachmad Afandi juga tak memberikan manfaat yang besar untuk tim berjuluk Green Force tersebut.
Memasuki babak kedua, kondisi tak jauh berbeda. PSIS Semarang mencoba otak atik bola dan melakukan serangan. Namun pemain belakang Persebaya yakni M Halil dan Rahmad Lalief dengan sigap melakukan pengamanan.
Memasuki pertengahan babak kedua, Persebaya mendapat keuntungan setelah pemain PSIS Semarang mendapat ganjaran kartu merah dan harus bermain dengan 10 pemain lantaran Anhar Latif pemain yang beroperasi di lini belakang tersebut melakukan pelanggaran pada pemain Persebaya.
Mengetahui sang lawan bermain dengan 10 pemain, Persebaya berusaha mencari celah mencetak gol, namun sayang tak ada celah yang mampu ditembus.
Kebuntuan Persebaya baru terpecahkan setelah tim dengan ciri khas warna hijau tersebut mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-81 dan diekesekusi oleh Rahmat Irianto yang tak lain merupakan putra Bejo Sugiyantoro, mantan pemain Persebaya era 90-an.
Pelanggaran tersebut terjadi setelah bek PSIS Semarang menjatuhkan Abdul Aziz.
Kemalangan PSIS tak berhenti disitu, PSIS kembali kehilangan satu pemain setelah pemain tengah mereka yakni Sadam Sudarma karena mendapat kartu merah lantaran protes yang berlebihan pada wasit.
Hingga wasit meniup peluit pertandingan usai, skor tetap 1-0 untuk kemenangan Persebaya.
Menurut Iwan Setiawan Pelatih Persebaya Surabaya, pihaknya menilai bahwa permainan PSIS Semarang menunjukan permainan yang banci karena Subangkit Pelatih PSIS menggunakan formasi parkir bus yang membuat Persebaya kebingungan mencari celah.
"Jujur sebenarnya saya tidak suka permainan PSIS hari ini. Mereka mainnya banci. Mereka memasang lima pemain belakang. Sehingga pertahanan mereka cukup solid," kata Iwan Setiawan, Minggu (19/3/2017) malam.
Sementara itu, Subangkit menanggapi santai tudingan Iwan tersebut. Dirinya mengaku bahwa PSIS menggunakan formasi 3-4-3 dan bukan parkir bus seperti yang dituduhkan pada Iwan padanya.
"Kami gunakan formasi 3-4-3. Bukan parkir bus dan bagaimanapun hasilnya saya tetap mengapresiasi tim saya. Sebab pertandingan tadi sangat menarik," tutur Subangkit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pelatih-persebaya-iwan-setiawan_20170319_215124.jpg)